Kalimantan Selatan

19 02 2016

Sejak 1 April 2013, saya bergabung dengan salah satu perusahaan tambang batu bara yang cukup besar di Indonesia. Tambang tersebut berlokasi di kota Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, tambang tersebut dapat dicapai dengan menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam dan dengan pesawat airfast kurang lebih 45 menit. Namun sejak akhir tahun 2014, fasilitas Airfast ditiadakan.

IMG-20130426-01578 (Copy)..Pekerjaan saya berhubungan dengan kegiatan CSR. Wah pekerjaan yang buat saya sangat menyenangkan.¬†Sambil kerja..saya bisa jalan-jalan…

Sedikit bernostalgia, pertama kali se site, wah cukup tegang juga naik Airfast. Maklum baru pertama kali. Kapasitas dari Airfast ini sekitar 15 orang termasuk awak pesawat.Sebelum kita naik, akan ditimbang berat badannya, so banyak orang yang ditimbang bersama tas ranselnyaūüôā supaya berat badan asli ga ketahuan. Hehehehe… Penutup telinganya ¬†pun, masih pakai busa yang disempilin dikuping. Belakangan sudah pakai headphone.

Jadi untuk ulasan ini akan ada postingan pekerjaan, jalan-jalan dan wisata kulinernya nih…

Sekitar pekerjaan ini fotonya

Tambang

Tambang Batu Bara

TIC,WTP,Posyandu.jpg

Posyandu Paminggir, Tabalong Islamic Center, Water treatment Plan HSU

Katarak,speedboat ambulance,sekolah ambahai.jpg

Operasi Katarak Gratis, Speedboat Ambulance, Sekolah SD Ambahai (diatas sungai Barito)

TEF 2016,TBP,Sarang angkutan masyarakat.jpg

Tabalong Etnic Festival 2016, Tanjung Bersinar Park, Bis Angkutan Masyarakat

Wisata Kuliner

Udang Khas Paminggir, Sup Ikan Baung, Udang Lobster.jpg

Udang Khas Paminggir, Sup Ikan Baung, Udang Lobster

Ketupat Kandangan, Urap, Cacapan.jpg

Ketupat Kandangan, Urap, Cacapan

Nila, bebek, cumi goreng doa ibu.jpg

Nila, Bebek, Cumi Goreng Warung Doa Ibu

Sate Kijang, Sop Ayam, Ayam Bakar.jpg

Sate Kijang, Sop Banjar, Ayam Bakar

Sulur, Mandai, Kulat Bentilung.jpg

Sulur, Mandai, Kulat Bentilung

Soto Bapukah, Nila Bakar, Es Campur Palangkaraya.jpg

Soto Bapukah, Nila Bakar, Es Campur Palangkaraya

Bebek dan telor asin Alabio.jpg

Bebek Bakar Tanpa Tulang Alabio, Telor Asin Alabio di Amuntai

Ujung Murung.jpg

Patin Bakar, Haruan/Gabus Bakar, Sayur, Telor Ikan Tumis RM Ujung Murung

Pampakin dan buah KLM.jpg

Pampakin, Tarap, Kalangkala

Pasar terapung, pisang kai, ayam mega.jpg

Pasar Terapung Banjarmasin, Pisang Kai, Ayam Goreng Mega

 





Preeklamsia

18 12 2012

Ini adalah kisah yang menyedihkan sekaligus banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman ini. Tulisan ini udah lama pengen saya tulis, agar saya bisa lebih ringan menjalani kehidupan ini, dan saya berharap bisa menjadi inspirasi juga buat teman2 yang mengalaminya.

Berawal dari kehamilan yang tidak direncanakan namun diinginkan, karena saya maunya punya anak 3 orang (saya punya janji khusus sama Tuhan). Kehamilan itu sendiri dimulai dibulan April 2011.

Sebelum saya hamil anak ketiga ini, saya memang sudah mengidap penyakit darah tinggi, yang saya ketahui kira2 tahun 2008,  saat anak ke 2 saya berusia 3 tahun, dan memang ada riwayat penyakit darah tinggi dari mami saya. Dr internist saya sudah menyarankan saya supaya saya tidak hamil lagi, mengingat penyakit dan usia yg sudah lumayan. Namun karena sudah terlanjur hamil ya sudahlah saya jalanin aja dulu. Tentunya dengan doa. Dan saya pun hamil anak ke 3 ini diusia 39 tahun. Untuk obat darah tingginya saya diberikan dopamet 250.

Pada awalnya normal2 aja sih, namun pada usia kandungan saya memasuki usia 3 bulan, mulai deh tekanan darah tinggi saya naik.  Dokter kandungan memberikan saya obat adalat oros. Dan dr menyarankan saya untuk konsul ke dr internist, dan dia juga mengatakan kalau dr internist menyatakan tidak aman, maka kandungan saya harus dibatalkan.

Wah saya cukup shock dan ga nerima keadaan ini. Akhirnya saya ganti dr kandungannya, kembali kepada dr kandungan saya pada saat saya hamil anak ke 1 dan 2. Beliau bilang dijalani saja dan diusahakan yang terbaik. Dan saya pun konsul ke dr internist langganan saya. Akhirnya diberikan obat darah tinggi lagi dan dosisnya dinaikan.

Pada usia kandung 6 bulan, tiap hari punggung saya sakit tembus sampai ke maag, sengsara banget tiap hari dan malam saya ga bisa tidur, karena makanan pun dijaga akhirnya saya cuma makan bubur putih aja, dan penyakit tangan yang baal dan sakit tetap ada, kemudian saya ga tahan lagi akhirnya pergi ke internist lagi, dan saat itu saya udah menggunakan kursi roda. Setelah periksa dokter suruh saya untuk check ke laboratorium dan diketahui trombosit saya rendah, sekitar 98 rb. Standarnya 150-200 rb lebih. Akhirnya saya dirawat dan menerima 2 atau 4 kantong trombosit. Dan dicek bukan DB. Saya dikasih saudara Jus Jambu tujuannya untuk naikin trombosit , tp kondisi sakit saya makin parah, malah bertambah sakit. Pas hari ke 2 saya telepon Pak Pendeta kami yaitu Bpk Handoyo Santoso dan minta didoakan, beliau mengatakan ga apa-apa, 2 hari lagi udah bisa pulang. Abis didoakan trombosit saya turun lagi, sampai pernah mencapai 36 rb kalo ga salah, tapi benar keesokan harinya naik lagi, dan tepat 2 hari kemudian saya udah boleh pulang. Puji Tuhan.

Selama berada dirumah kondisi saya udah mendingan ga sakit lagi dibagian maagnya tp karena dirumah sakit saat trombosit turun harus banyak minum dan diinfus cairan dan trombosit akhirnya berat badan saya makin bertambah dan jadi bengkak disana sini, BB saya mencapai 80 kg lebih. Akhirnya saya diet minum. Karena merasa tidak cocok dengan internist lama saya akhirnya saya pindah dr internist kenalan dari dr kandungan saya. Oleh dr internist baru ini saya diberi obat darah tinggi 3 macam, sehari 3 kali dan ada 1 obat 4 kali. Jadi total sehari saya makan obat darah tinggi 10 butir. Dr sangat khawatir dgn kondisi saya dan saya harus kontrol ke internist tiap minggu, kalo ke dr kandungan sih masih normal sekitar 2 minggu. Dari hasil USG dr kandungan janin saya kecil dan BB nya ga sesuai karena asupan gizi terhambat karena hipertensi hebat yang saya alami.

Pada saat itu, saya rajin mencatat tekanan darah tinggi, tapi karena hasilnya selalu tinggi terus, membuat saya menjadi pesimis, tiap hari saya tidur dikamar yang terpisah dari suami dan anak saya, karena takut mengganggu mereka. Karena tiap malam saya ga bisa tidur dan sering pipis, dan karena saya sulit berjalan akhirnya dikamar saya disediakan pispot duduk. Setiap saat saya berpikir dan saya sudah pasrah pada Tuhan, apapun yang terjadi dengan saya, saya ingin Tuhan selalu bersama saya, dan jika Tuhan memanggil saya dan bayi dalam kandungan saya, saya sudah pasrah, dan saya hanya berdoa supaya Tuhan menerima saya dan bayi saya, dan membimbing keluarga saya yaitu suami dan ke 2 anak saya yang amat saya cintai. Walaupun waktu saya banyak untuk menulis diary atau posting diblog saya, ttg penderitaan yang saya alami, karena saya pikir baik juga untuk teman2 yang mengalami hal seperti saya, tp akhirnya saya putuskan tidak saya tulis, karena saya pesimis bisa terus hidup dan selamat. Dan jika saya tidak terus hidup akan membuat miris setiap orang yang membacanya terutama keluarga dan teman2 saya.

Pada saat usia kandungan saya kira2 7 bulan, tgl 10 September 2011, saya berkonsultasi dengan Pak Pendeta Handoyo Santoso lagi, dan kali ini kami bertemu beliau di gereja. Saat itu beliau mengatakan tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan asalkan kita terus berdoa dan memohon pada Tuhan. Terbukti istrinya yang tadinya darah tinggi sekarang sudah normal dan tidak minum obat, beliau mengatakan juga, minggu depan masalahnya selesai. Setelah didoakan kami pun pulang, tapi kita belum ngeh mengenai perkataan beliau “minggu depan masalahnya selesai”.

Tepat hari sabtu saya berusaha untuk masak untuk keluarga, setelah saya masak saya beristirahat dan merasakan bayi saya bergerak dan agak sakit,  saya agak curiga juga, tapi saya pikir tidak terjadi apa2. Tapi setelah saya rasakan lagi kok bayi saya seperti ada yang aneh, tidak bergerak, tp karena selama ini juga gerakannya jarang saya pikir ga apa2. Penasaran saya ke bidan, saya lupa hasilnya apa, tp karena hari senin, tgl 19 September jadwal saya kontrol ke dr kandungan jadi saya tunggu sampai senin. Malamnya saya mencari2 nama untuk bayi saya, akhirnya saya menemukan nama yang cocok, yaitu Darrel Tristan Cahyadi.

Bahtera Nuh

Tiba hari senin pagi, 19 September 2011, saya periksa ke dr kandungan, dan dr memeriksa dgn USG sampai beberapa kali, sampai akhirnya dia menyampaikan kepada saya dan suami bahwa anak kami telah meninggal. Sungguh kaget sekaligus pasrah saat itu mendengar semuanya. Dokter menyarankan kami untuk USG 4 dimensi didaerah Perumahan Gading Serpong. Karena tempat USG buka siangan akhirnya kami pulang, kami berdoa dan menangis. Saya tidak memberitahukan ke anak dan mama saya, dan siang kira2 jam 2 kami pergi ketempat USG 4 dimensi. Karena alat USG berada di lt 2, susah payah saya menaiki tangga. Setelah diperiksa dan diyakinkan bahwa benar bayi kami telah meninggal, akhirnya suami saya mengatakan agar dioperasi secepatnya, krn kalo semakin lama saya akan bertambah sedih. Saya yang saat itu udah ga tau lagi harus gimana hanya bisa pasrah saja, akhirnya kami menelepon dr kandungan dan dr internist dan dia katakan itu lebih baik, malam ini di observasi, besok pagi langsung cesar. Satu permintaan saya, saya mau beli baju untuk anak saya, akhirnya kami mampir ke Mall SMS dan saya duduk dikursi roda, untuk beli baju, selimut, topi, sarung tangan dan kaki,  bantal serta kalung salib. Dan saya pun tertarik dengan replika bahtera Nuh, yang berisi 5 hewan, cocok dgn keluarga kami. Karin mengatakan Gajah itu Papi, Kura2 itu Karin, Singa itu Koko Nathan Kuda itu Mami dan Kelinci itu Darrel. Masih terbayang rasa sedih saat itu, saya belanja sambil menitikan airmata. Tapi semua ini harus saya jalani dan saya harus tabah, dan terus berdoa agar diberi kekuatan.

Setelah selesai berbelanja, kami langsung ke rumah sakit Siloam Glen Eagles Karawaci. Dan masuk ruangan rawat inap umum. Menjelang malam dr kandungan dan dr internist pun datang datang dan mengecek kembali, malam harinya saya minta dari bagian kebidanan untuk USG melalui suara lagi untuk menyakinkan keadaan bayi saya, saya takut salah diagnosa dan berharap ada keajaiban untuk bayi saya. namun hasilnya sama. Saya berusaha menghibur diri dan berusaha untuk tabah. Selain obat hipertensi, saya pun di transfusi albumin sekitar 4 kantong, saya juga diberi obat penenang, dan dipasang kateter. Malam hingga pagi hari entah berapa kali suster membuang air seni dari kantong kateter, yang pasti pagi hari kaki saya sudah normal dan bagian tubuh lainnya langsung kempes, ga bengkak lagi. Kami jadi teringat kata2 Pak Pendeta kami,¬†“minggu depan masalahnya selesai”. Yah inilah jawaban dari doa kami.

Ketika tiba saatnya saya memasuki ruang operasi, saya berusaha untuk tenang, seperti biasa saya disuntik bius untuk cesar yaitu separoh badan, namun untuk kali ini dosisnya dilebihkan, karena mereka takut saya shock. Saya paling takut disuntik, apalagi suntik di tulang belakang. Setelah bayi keluar saya bilang ke suster saya mau lihat anak saya, dihati saya sedih dan menangis, tapi karena pengaruh obat bius jadi seperti melayang aja, saya sempat menciumnya, namun ga bisa memegangnya karena tangan saya diikat dua2nya. Diluar suami, mama, sepupu, kakak dan ada pendeta beserta istrinya sudah menunggu, bersama peti dan pakaian untuk anak saya. Sedih rasanya, dan masih berasa hingga saat saya menulis ini. Setelah dipakaikan baju yang telah saya siapkan mereka berdoa dan membawa peti tsb ke makam keluarga, tanpa saya. Dan saya masih dikamar operasi, karena saya sekalian steril.  Setelah operasi selesai badan saya sempat menggigil, karena diruang pemulihan dingin sekali, tensi saya pun jd tidak teratur. Untung diberi penghangat sampai berlapis2. Yang menjadi penyemangat saya adalah ke 2 anak saya yang masih ada. Yah saya harus kuat untuk mereka.

Setelah sekitar 2 jam saya keruang rawat biasa lagi. Suami saya sudah kembali dan semuanya sudah beres katanya. 2 malam saya dirawat lagi, baru kemudian pulang. Berat badan saya pun turun 15 kg. Ringan rasanya sampai melayang, krn dlm waktu sekejap kehilangan 15 kg.

Setelah kembali kerumah, semuanya perlu penyesuaian, walaupun sedih banget, tapi perlahan saya dan keluarga mulai bisa beradaptasi dan menerima keadaan, ya inilah jalan yang dibukakan Tuhan untuk keluarga kami. Nathan dan Karin pun berasa kehilangan, Karin yang sudah berlatih memberikan susu dan mengganti popok dan Nathan yang udah siap ajak main adik barunya akhirnya perlahan bisa diberi pengertian. Untuk mengobati kesedihan saya pun mencari pekerjaan lagi dan di awal Januari 2012 pun saya sudah memulai pekerjaan yang baru. Yah segala sesuatu ada masanya, ada masa sedih dan ada masa senang, dan semuanya pun akan berlalu. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan hidup lagi oleh Tuhan, untuk mendampingi suami dan ke 2 anak saya. Thanks God……

**Ini adalah tulisan penuh perjuangan dan tulisan terlama yang pernah saya buat.





Kehilangan jati diri

14 09 2012

Belum lama ini saya sering mendengar di salah satu stasiun radio favorit saya, pembahasan mengenai wanita yang sudah berumah tangga, menjalani rutinitasnya sebagai istri dan ibu bagi anak2nya, pada akhirnya akan merasa kehilangan jati dirinya. ¬†Nah bener nih…. saya juga ngerasain hal yang sama. Sebenernya saya udah nyadarin hal ini dah lama nih. Saya pikir2, saya kan bekerja, pulang ngurus rumah tangga, tidur, bangun pagi, beres2 berangkat kantor lagi, kalau weekend yah bareng keluarga. Memang saya menjalaninya dengan rasa enjoy banget, apalagi namanya punya anak, semuanya untuk anak, ngeliat lucunya, dan semuanya deh. Walaupun kadang ada ngeselinnya, tapi semua rasa kesel itu ilang setelah kita memeluk mereka, dan ngeliat mukanya yg lucu2.

Namun setelah beberapa tahun menjalaninya, akhirnya saya merasa ga punya waktu untuk diri sendiri. Sampai suatu saat saya bicara sama suami, kalo saya mau punya waktu sendiri, saya pilih hari jumat sepulang kerja, saya mau ngapain aja terserah saya deh. ¬†Karena salah satu hobby saya adalah jalan2, akhirnya saya sering ngadain tour yang persertanya adalah teman2 saya dan kerabat2nya. Wah seru deh…

Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan karena keadaan juga, sekarang saya ga punya waktu untuk jalan2 lagi nih.

Yang ingin saya bicarakan sebenernya adalah apa yang dibahas oleh stasiun radio itu bener, dan kalau sampai dibahas seperti itu, berarti yang ngalamin dan punya perasaan seperti saya itu ternyata banyak. Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapinya. Kalo saya pikir2…… yah memang begitu adanya, yah dijalanin aja deh yah…….





Hongkong, 16-18 April 2011

31 12 2011

16 April 2011

17 April 2011

18 April 2011





Guangzhou, 12-14 April 2011

31 12 2011

12 April 2011

Rute : Guangzhou railway station–> Hotel Grand Continental Service Apartment–>Lunch di KFC Pertokoan Beijing Lu–>Yue Xiu Park–>Pertokoan Shang Xia Ju Lu–>Dinner di Happy Restaurant–>Hotel

Setelah hampir 11 jam tibalah kami di Guangzhou, karena bawaan udah mulai banyak akhirnya kita naik taxi ke hotel seharga RMB 34. Hotelnya lumayan enak dan bersih, letaknya di dekat pertokoan Beijing Lu atau Beijing Road (Sama aja sih). Tak jauh dari depan hotel adalah lokasi Pearl Li River. Kami pesan hotel ini melalui kenalan orang medan yang tinggal di Guangzhou seharga RMB 270. Kami dapat dilantai yang tinggi, jadi pemandangannya bagus, bisa lihat pemandangan Pearl Li River diwaktu malam.

Perjalanan pertama kita makan siang dulu di KFC Beijing Lu, jalan2 sebentar kemudian kita ketemu dengan saudara dari teman saya yang tinggal di Guangzhou, karena ini kunjungan saya yang ke 2 jadi saya sudah kenal, dan bagi saya seperti mengunjungi saudara di Guangzhou. Enaknya kalau ada kenalan seperti ini, perjalanan lebih lancar, karena ada penunjuk jalannya. Tinggal sebut aja mau kemana. Pasti diantar walaupun naik bis, tapi menyenangkan, dan untuk makanan pun kita bisa menikmati makanan yang enak2 dan gratis lagi….hehehehehe…

Kemudian kami naik bis ke Yue Xiu Park, yaitu taman yang terkenal dengan Patung 5 Kambingnya sebagai lambang kota Guangzhou. Kemudian kita pergi ke pertokoan Shang Xia Jiu Lu. Dipertokoan ini banyak patung yang lucu2 dan unik. Karena kami bukan shopholic, jadi kami cuma lihat2 aja dan hanya membeli beberapa barang aja sih. Malamnya kami diajak dinner di Happy Restaurant. Makanannya Enak banget…..

13 April 2011

Rute : Traditional Market Baiyun Shan–>Breakfast–>Baiyun Shan–>Lunch didekat Baiyun Shan–>Grosir Tas (Sanyuanli?)–>Beijing Lu–>Dinner dekat beijing lu–>Pearl Li River–>Hotel¬†

Ke negara manapun saya pergi, tempat favorit saya adalalh traditional market hehehehe, mungkin aneh buat sebagian orang, tapi setelah saya ngobrol2 dengan teman2 lain, ternyata banyak orang yang kesukaannya sama seperti saya. Alhasil saya diajak kepasar di dekat Baiyun Shan, dipasar ini saya bisa beli aneka jamur dan produk dapur lainnya dengan harga murah. Pasar adalah surga buat saya…. Dan ternyata teman saya lebih parah lagi, dia beli beras buat bawa pulang ke Indo. Dia masih terbayang2 dengan enaknya beras di Guilin. Weleh2….

Setelah berbelanja, kami titip belanjaan dengan kenalan yang mengantar kami, tapi dia ga naik ke Baiyun Shan. Mereka menunggu dibawah. Lumayan kan jadi ga berat.

Kami keatas naik cable way, kalau naik pakai kaki ga kuat deh. Udara dingin menambah kesenangan kami, ditambah lagi pemandangan bunga2 yang indah, dan tempat yang bersih.

Setelah puas foto2 diatas, kami turun lagi naik cable way, dan kami sudah ditunggu untuk lunch diresto sebelah kiri pintun masuk baiyunshan yang ada cable waynya.  Restonya ramai, makanannya lumayan enak dan ada es kelapa bulat lho, tapi anehnya cuma airnya aja yang diminum, ketika saya minta untuk dibelah mau dimakan isinya mereka bingung. hehehehe

Setelah lunch, kami diajak kerumah teman yang mengantar kami, dibawah apartmentnya ada pasar. Saat kunjungan pertama saya dulu, saya banyak beli oleh2 di pasar ini. Setelah itu kami pergi ketempat grosir tas, saya ga tau persis namanya mungkin Sanyuanli. Di tempat ini, benar2 grosir tas, harganya memang murah, tapi ampun deh…..belinya harus banyak minimal 50. Dan barangnya ga ready stock, harus pesan. Agak frustasi juga belanja disini, barang bagus, harga murah tapi harus beli banyak. Akhirnya kami menemukan toko yang bisa menjual satuan.

Setelah belanja tas, kami diajak makan malam, di dekat beijing lu, makanannya enaaakkkk banget, tapi sayangnya bahasa dan hurufnya mandarin, jadi saya ga bisa tau apa nama tempatnya. Dan lagi karena yang mengajak makan orang lokal, jadi mereka tau makanan enak dan yang lagi promo. Jadi makan banyak tapi murah. Makan kira2 12 orang cuma Rp. 400 ribuan.

Setelah makan, saya mampir sebentar untuk beli aneka teh untuk oleh2. Kemudian balik hotel dan naik kapal menyusuri Pearl Li River. Harga tiketnya bermacam2, ternyata harga nya tergantung dari jenis kapal yang kita naikin, dan ada servicenya diatas, berupa makanan. Akhirnya kita milih yang harganya RMB 78. Dapat snack dan minum. Wah ternyata naik kapal ini, keren banget. Kita diajak menyusuri sungai dengan pemandangan gedung2 tinggi dengan lampunya yang keren banget.  Setelah puas akhirnya kami balik kehotel untuk packing. Karena besok kami harus berangkat lagi ke Shenzhen.

14 April 2011

Rute : Belanja dekat hotel–>Guangzhou railway station–>Shenzhen

Bangun pagi, saya menyempatkan diri untuk belanja tas2 yang bisa dilipat2 kecil. Saya pikir ini cocok untuk oleh2 karena ga berat, harganya berkisar RMB 10- RMB 35. Kemudian sarapan pagi, makananya rada aneh. Karena kita belinya di pertokoan dibawah apartemen. Setelah itu kami ambil barang dan naik MRT dan naik kereta ke Shenzhen deh.





Shenzhen, 14-16 April 2011

17 11 2011

14 April 2011

Rute : Railway Station from GZ–> Hotel –> Window Of The World–>Dinner di sebrang Window Of the World–>Hotel

Tiba dari Guangzhou kita naik Taxi ke hotel. Ternyata hotelnya itu deket sama station MRT. Setelah beristirahat kita jalan2 ke Window Of The World, tapi cuma didepannya aja, karena dah kesorean. Suasananya bagus banget karena kita bisa liat lampu berwarna-warni. Akhirnya kita ketemuan sama saudaranya teman saya yang asli orang sana dan ga bisa berbahasa Inggris sama sekali. Btw kita di traktir sama ABG2 yang baru kerja di Resto Buffet yang enak dan meriah banget. Resto ini letaknya di mall depan Window Of The World. Karena hurufnya Chinese banget jadi saya ga tau nama restonya.

15 April 2011

Rute: Louhu Trade Center–>Windows Of The World–>Dongmen–>Modern Toilet Resto–>Hotel

 

16 April 2011

Rute : Hotel–>naik MRT ke Louhu–>Transfer to Hongkong (Jalan Kaki)





Guilin, 9-11 April 2011

17 11 2011

9 April 2011

Rute : Beijing–>Airport Guilin–>ke hotel naik mobil jemputan hotel–>ke Reed Flute Cave naik mobil hotel–>Ke Solitary Beauty Peak–>Guilin railway station–>ke hotel–>Makan di resto depan hotel–> hotel

Setelah sekitar 3 jam di pesawat, akhirnya kami tiba di bandara Guilin. Sesuai dengan kesepakatan dengan pihak hotel kami dijemput dibandara. Akhirnya saya melihat ada tulisan nama saya dipintu keluar. Wah lega rasanya ada yang jemput. Perempuan  kira2 umur 20 an deh.

Terrnyata yang dijemput bukan cuma kita, jadi harus tunggu 2 tamu lainnya. Sambil menunggu saya mampir ke Tourist Information, nanya2 soal city tour. Mereka punya paket tour bila kita berminat bisa hubungi lewat telepon dan mereka akan jemput kita dihotel. Akhirnya saya cuma beli peta kota Guilin, RMB 8.

Saya awalnya heran ngeliat  perempuan penjemput tampang nya cemberut aja ngeliat saya nanya2 tour ke Tourist Information. Belakangan saya baru tau bahwa dia adalah pihak tour dari hotel, jadi dia mau nawarin ke kami juga. Duuh nyebelin bener, baru ketemu udah dicemberutin. Harusnya dia kan bisa ngomong aja, ga usah pakai cemberut gitu.

Setelah peserta komplit, kami berangkat ke hotel. Kira2 1 jam sampai deh di hotel Grand 0773.  Setelah urus deposit akhirnya kami naik ke kamar. Resepsionisnya bisa berbahasa Inggris kok, walaupun ga fasih. Kamarnya enak, bersih ada Wifi lagi. Ga salah deh milih hotel ini.

Setelah naroh barang2, kita harus segera turun lagi, karena udah janjian sama supir hotel yang bawa kita dari bandara, dia mau antar kita jalan2, ke Reed flute Cave dan lainnya. Untungnya tuh supir baik, mau antar kita, asal ganti uang bensin aja. Ga kebayang kalo naik taxi deh.

Ternyata Reed Flute Cave itu deket dengan hotel. Tempat wisatanya deket2, dan kotanya kecil. Setelah membayar RMB 95, akhirnya kita masuk ke Cave yang terkenal ini.

Awalnya saya terkagum2 dengan warna-warni di Cave ini. Saya kira batu2 nya yang berwarna-warni. Ternyata setelah saya perhatikan yang membuat Cave ini menarik adalah efek cahaya lampu yang warna-warni. Oalaaaaaaahhhhhhh..

Cave ini besar kok, bentuk cavenya antik2. Ada yang bentuk snowman, bunga dll. Dan yang bikin kerennya ya penataan cahayanya yang bagus.

Setelah dari Cave ini, kami diantar ke Solitary Beauty Peak. Kata supir yang antar (perempuan dan keren lho) tempatnya bagus, bisa liat kota Guilin dari atas.

Ternyata ini adalah taman dan ada kuilnya. Kuilnya itu terletak diatas bukit. Kita jalan sendiri, ga nunggu tour guidenya, karena dia masih tunggu peserta lainnya. Jadi mohon dimaklumi kalo ceritanya ga lengkap. Harga tiket masuknya RMB 70. Setelah berjalan sampai belakang, akhirnya kita ketemu juga bukitnya. Tadinya ga mau naik, karena kaki masih pada sakit abis naik Great Wall.  Udah sebel banget liat tangga. Karena desakan yang lain, akhirnya naik juga.

Ampun deh, tuh tangga curam banget. Setelah bersusah payah, napas senin, rabu, jumat akhirnya sampai juga diatas. Yang tadinya kedinginan jadi keringetan deh. Dari atas ini, memang bisa terlihat kota Guilin, saya rasa kalo malem lebih bagus nih, karena ada lampu2nya dari kota Guilin. Diatas ada kuil kecil.

Yang menarik adalah ada tulisan yang menceritakan, pada tanggal 4 Des 1921, Presiden Sun Yat Sen berkunjung ke tempat ini pada malam hari, dan warga menggelar festival lentera. ¬†Setelah bersusah payah, akhirnya beliau bisa tiba dipuncak kuil ini juga. ¬†Dan setibanya diatas dia mengatakan “There is no distinction between difficult and easy things. If you try, difficult things will become easy, if you give up easy things will become difficult and etc………” ¬†Tentunya dalam bahasa China sih dan ini terjemahannya.

Ga nyesel deh bela-belain naik, karena selain bisa ngeliat kota Guilin dari atas, saya juga jadi lebih termotivasi untuk menjalani kehidupan, yang terinspirasi dari kata2 Sun Yat Sen.

Setelah dari kuil ini kami diantar ke Stasiun kereta api Guilin, untuk beli tiket ke Guangzhou. Wah rame banget di stasiun. Layarnya gede dan bahasanya mandarin. Ada juga sih tulisan latinnya. Tapi nomor kereta dan jamnya aja. Jadi kalo mau beli tiket kereta api, browsing2 dulu deh, cari informasi dan catat nomor kereta yang mau dibeli. ¬†Mau beli yang soft sleep abis, akhirnya kebagian yang hard seat RMB 116/org. Untuk supirnya dia sih cuma minta RMB 60, tapi akhirnya kita kasih RMB 85. Murah banget kan?? coba naik taxi, mungkin murah juga, tapi nyasar ga ditanggung deh, secara ngomongnya aja susah….hehehehe…

Balik kehotel, mandi dan istirahat. Menurut informasi makanan di resto depan hotel enak dan ga mahal. Bener sih, makan ber 4 cuma RMB 98. Padahal tempatnya elit dan masakannya enak. Apalagi nasinya. Kecil2 dan pulen. Gambar dibawah adalah menu kami 2 kali makan. Jadi jangan terkecoh yah…..

Setelah kenyang, kami balik ke hotel, dan menikmati kamar hotel yang bersih, enak dan udaranya yang dingiiiin banget. Sebelum tidur saya menyempatkan diri chatting sama my lovelly son and daughter di rumah.

10 April 2011

Rute : Hotel –>Mie Guilin depan hotel–> Elephant trunk hill–>Hotel–>Sungai Li–>Taman yang ada Wihara–>The Big Yan Tree Park–>Liat gunung batu bentuk bulan sabit–>Jasper Jewelery–>show Impression of Lu Sanjie–>Makan sate samping hotel–>Hotel

Bangun pagi, mandi secukupnya karena dingin banget, trus sarapan pagi. Mie Guilin didepan hotel. Wah saya tuh ke Guilin kepengen banget makan mie ini. Pernah makan mie ini di Guangzhou. Jadi termotivasi banget ke Guilin makan mie ini. Untung ga usah susah2 cari. Tinggal nyebrang aja.

Mie ini terkenal dengan toppingnya. Yang di Guilin ini lebih asyik. Toppingnya bisa ambil sendiri. Terdiri dari acar kacang panjang, semacam acar lobak, cabe rawit potong dan cabe olahan. Untuk dagingnya udah dikasihin sama pedagangnya. Kayanya daging babi sih. Jadi buat yang muslim jangan makan yah….. Berbeda dengan mie di china biasanya, mie ini kuahnya terpisah. Bisa diambil sendiri di tempat kuah. Karena saya pakai cabenya kebanyakan, jadi pedesnya minta ampun. Didepan tokonya ada semacam ayam kecap dan masakan kembang tahu. Mie dkknya murah banget makan ber 4 cuma RMB 16, kira2 Rp. 21.000 buat ber 4.

Setelah sarapan kami jalan2 ke Elephant Trunk Hill. Tempatnya dekat juga dari hotel. Cuma jalan 5 menit aja. Sayangnya tempat wisata ini belum buka, jadi cuma bisa ngintip2 aja.

Akhirnya kami kembali ke hotel dan bersiap2 untuk ikut tour ke Sungai Li dan Yangshuo serta tak ketinggalan nonton show Impression of Lu Sanjie di Yangshuo. Paket tour ini kami ambil dari hotel (sama perempuan yang jutek itu, tp karena kami ambil tour sama dia, jadi baik deh. Paket tour ini RMB 300 dan tambahan RMB 200 untuk nonton Impression of Lu Sanjie, sewa kekeran RMB 40/bh. Paket tour ini lebih murah karena menggunakan bahasa mandarin, kalau yang berbahasa Inggris lebih mahal lho.

Jam 8.30 kami dijemput dengan bis, karena peserta tour tersebar dibeberapa hotel maka kamipun diajak untuk menjemput seluruh peserta dulu. Setelah terkumpul berangkatlah kami ke dermaga sungai.  Namun sebelumnya kami makan siang dulu di restoran kecil di sebrang dermaga. Ada nasi putih, cah sayur, cah tahu, dadar telur dan tim ikan. Katanya sih ikan ini khas dari sungai Li.

Setelah selesai makan siang, kami pun dipersilahkan naik ke perahu untuk menyusuri sungai Li, ditemani tukang perahu. Pemandangan disungai ini sangat indah. Sungainya bersih, dikelilingi gunung batu dengan aneka bentuk menarik (Confucius, 5 jari dll) dan udaranya yang dingin membuat perjalanan 2 jam ini sangat menyenangkan. Kami berhenti 2 kali, yang pertama kami diberi kesempatan foto dipinggir sungai. Ada penjual ikan dan talas goreng. Harganya kalo ga salah RMB 10. Rasanya lumayan enak. Perhentian ke 2, ditempat yang lebih luas, dan lebih banyak penjual. Dan ada semacam tebak2an, siapa yang bisa melihat 9 kuda yang terpampang didinding gunung batu akan mendapat hadiah. Tersedia juga WC tapi harus bayar lho.

Perjalanan menyusuri sungai ini berakhir di Yangshuo. Disana kami sudah dijemput dengan mobil kecil dan diantar menuju bis besar kami. Dan kami pun diajak tour di Yangshuo. Yang saya ingat namanya The Big Yan Tree, berupa taman, kemudian ada taman lagi dan ada Wiharanya. Dan diajak ke toko perhiasan. Nah yang lucunya, di toko ini kami bertemu bossnya dan karena pada saat itu dia sedang merayakan ulang tahun perkawinan, kami semua di beri liontin giok yang katanya seharga RMB 600. Tau tuh bener ga kalo harga segitu. Disini pun kami beli 1 set kalung dan anting yang kalau disenter  dengan laser pointer batunya yang berwarna merah akan memantulkan cahaya seperti kristal seharga RMB 200. Itu pun setelah ditawar. Namun ternyata setelah dirumah kalung dan liontinnya dari warnanya silver jadi warna kehitaman, namun batunya sih masih warna merah. Boss nya ramah banget, sampe kita foto bareng tuh.

Karena ga semua peserta tour nonton pertunjukan Lu Sanjie akhirnya ditengah jalan kami ber 4 dipindahkan ke bis lain dan bergabung dengan peserta yang mau nonton juga.

Kami diantar kedalam dan diberi tiket. Dan Tour guidenya bilang setelah acara show selesai kami harus berkumpul kembali ditempat bis. Dan ga boleh terlambat. Bener2 harus mandiri deh. Akhirnya kamipun masuk dan mengikuti petunjuk lagi didalam. Sebelumnya kami beli Popcorn dan Mie Instant, karena memang kita ga dapat makan malam. Huhuhuhu…untung ada yang jualan. Sekalian kami juga beli VCD show tersebut. Wah kita dapat duduk ke 2 dari depan lho….. Pertunjukan pun dimulai setelah agak gelap. Kalo ga salah mereka ada 2 show, dan kita show pertama. Shownya kuareeeeennnnn banget. Katanya penarinya 1000 orang. Wah kalo ke Yangshuo jangan ketinggalah show ini nih…. Kombinasi penari, cahaya, musik dllnya keren banget. Setelah bubar kami buru2 ke bis, karena takut ketinggalah boooo, kalo ketinggalan ga bisa pulang. Sekitar jam 11 an kami tiba di Guilin, dan diantar ke perempatan dekat hotel. Karena masih lapar dan disamping hotel ada yang jual aneka macam sate. Hmmmm Yummmmyyyyy…apalagi dalam keadaan lapar dan dingin pula.

11 April 2011

Rute : Hotel–>Mie Guilin depan hotel–>hotel–>Perkampungan suku Yao–>Yi Jiang Yuan Scenic Site–>Longji terrace ¬†–>makan didepan hotel–>hotel–>stasiun kereta api

Bangun pagi, mandi, sarapan mie Guilin lagiiiiiiii. Puas2in deh makan mie ini, karena nanti malam udah harus berangkat ke Guangzhou, mungkin ini mie guilin terakhir kami, pastinya kami bakal kangen banget sama mie ini nantinya. Karena setau saya di Jakarta ga ada yang jual.

Yang pertama kami diajak ke Yi Jiang Yuan Scenic Site, Taman peradaban suku asli masyarakat Guilin ini. Dan kamipun disuguhi tarian dan teh.  Dan kamipun bisa menyaksikan cara mereka menyanggul rambutnya menjadi bentuk yang khas. Menariknya lagi diarah keluar ada sederetan bambu dan disediakan semacam kayu, jadi kalau kita lewat bisa ambil kayu tersebut dan memukulkannya dideretan bambu itu. Dan terdengarlah suara yang cukup rame. Dan lucunya lagi di jembatan arah keluar kita dicegat oleh anak2 remaja, sebelum lewat kita harus menyanyikan sebuah lagu, baru lewat. Untung aja ada yang bisa. Akhirnya kita bisa lewat deh.

Kemudian kita diajak ke Longji terrace. Disini kami berganti bis yang akan mengantar kami ke pintu gerbang Longji terrace.¬†¬†Tapi sebelumnya kami diajak mengunjungi perkampungan suku Yao. Diperkampungan ini kami diajak melihat-lihat kehidupan suku Yao. Rumahnya terbuat dari kayu, ciri dari suku ini kelihatan dari ¬†sanggul rambutnya yang unik. Kalau perempuan yang belum menikah terlihat dari rambutnya yang diberi penutup. Beruntung kita bisa motret perempuan cantik yang belum menikah ini. Jalan menuju perkampungan ini harus melewati jembatan goyang. Ngeri tapi seruuuuuu…..

Setelah itu barulah kami diantar ke Longji Terrace. Udaranya masih dingin dan bersih. Enak banget…… Untuk melihat pemandangan sawah yang indah kami harus berjalan naik cukup jauuuuuhhhh. Diperjalanan kami melihat souvenir yang lucu dan unik dan ada juga yang menjual cabe Guilin. Dan lucunya lagi, anak2 gadis akan menarik pengunjung pria, untuk berfoto bersama mereka, tentunya harus bayar, dan caranya maksa banget, sambil dirayu2 gitu. Akhirnya semua pria jalannya harus mepet sama temen perempuan atau istrinya supaya ga ditarik. Dan kalo ga kuat jalan, bisa ditandu. Tapi saya ga tau tarifnya sih.

Sampai di atas kami makan siang, di resto yang menyediakan makanan khas daerah mereka, yaitu nasi ayam yang dimasukan ke bambu dan dibakar. ¬†Tapi bayar sendiri lhooooo…… Makanannya lumayan enak dan unik. Kita makan ber 4 dengan menu yg ada difoto seharga RMB 280. Nasi nya kaya ketan gitu deh.

Setiba dipuncak kami bisa melihat pemandangan dari atas, terlihat hamparan sawah. Sayangnya saat kita pergi mereka sudah memanen padinya. Jadi ga sesuai dengan gambar2 yang sudah kami liat. Akhirnya saya beli postcardnya aja deh. Hehehehe lumayan lah…. Di puncak ini juga banyak yang berjualan dan ada kehidupan suku Yao. Setelah mendekati waktu yang diberikan oleh tour leader, akhirnya kami turun ketempat parkir bis.

Setelah tour selesai kami diantar ke hotel lagi, dan bersiap2 ke stasiun kereta api menuju Guangzhou dengan kelas Hard seat seharga RMB 116. Duh dikereta ini benar2 sengsara duduknya. Kursinya benar2 hardseat, ga bisa ditidurin. Awalnya sih bangkunya ga terlalu penuh, pas ditengah jalan sekitar jam 2 pagi, naiklah penumpang lainnya. Perjalanan kereta ini makan waktu kira2 11 jam deh.  Ada yang lucu dikereta ini, sama seperti di Beijing di kereta ini saya juga liat celana anak kecil yang modelnya sama, yaitu bagian bawahnya ga dijahit, jadi kalo mau pipis or pub gampang. Ada2 aja yah idenya.

Oh ya menurut saya hotel grand 0773 ini recommended banget buat yang mau jalan2 ke Guilin, selain harganya bersahabat, tempatnya bersih dan didepan hotel ada yang jual mie Guilin dan resto yang enak dan murmer. Saya booking melalui http://www.booking.com kok.  Pengen rasanya balik ke Guilin hanya untuk menikmati mie Guilinnya hehehehe