Kalimantan Selatan

19 02 2016

Sejak 1 April 2013, saya bergabung dengan salah satu perusahaan tambang batu bara yang cukup besar di Indonesia. Tambang tersebut berlokasi di kota Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, tambang tersebut dapat dicapai dengan menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam dan dengan pesawat airfast kurang lebih 45 menit. Namun sejak akhir tahun 2014, fasilitas Airfast ditiadakan.

IMG-20130426-01578 (Copy)..Pekerjaan saya berhubungan dengan kegiatan CSR. Wah pekerjaan yang buat saya sangat menyenangkan. Sambil kerja..saya bisa jalan-jalan…

Sedikit bernostalgia, pertama kali se site, wah cukup tegang juga naik Airfast. Maklum baru pertama kali. Kapasitas dari Airfast ini sekitar 15 orang termasuk awak pesawat.Sebelum kita naik, akan ditimbang berat badannya, so banyak orang yang ditimbang bersama tas ranselnya 🙂 supaya berat badan asli ga ketahuan. Hehehehe… Penutup telinganya  pun, masih pakai busa yang disempilin dikuping. Belakangan sudah pakai headphone.

Jadi untuk ulasan ini akan ada postingan pekerjaan, jalan-jalan dan wisata kulinernya nih…

Sekitar pekerjaan ini fotonya

Tambang

Tambang Batu Bara

TIC,WTP,Posyandu.jpg

Posyandu Paminggir, Tabalong Islamic Center, Water treatment Plan HSU

Katarak,speedboat ambulance,sekolah ambahai.jpg

Operasi Katarak Gratis, Speedboat Ambulance, Sekolah SD Ambahai (diatas sungai Barito)

TEF 2016,TBP,Sarang angkutan masyarakat.jpg

Tabalong Etnic Festival 2016, Tanjung Bersinar Park, Bis Angkutan Masyarakat

Wisata Kuliner

Udang Khas Paminggir, Sup Ikan Baung, Udang Lobster.jpg

Udang Khas Paminggir, Sup Ikan Baung, Udang Lobster

Ketupat Kandangan, Urap, Cacapan.jpg

Ketupat Kandangan, Urap, Cacapan

Nila, bebek, cumi goreng doa ibu.jpg

Nila, Bebek, Cumi Goreng Warung Doa Ibu

Sate Kijang, Sop Ayam, Ayam Bakar.jpg

Sate Kijang, Sop Banjar, Ayam Bakar

Sulur, Mandai, Kulat Bentilung.jpg

Sulur, Mandai, Kulat Bentilung

Soto Bapukah, Nila Bakar, Es Campur Palangkaraya.jpg

Soto Bapukah, Nila Bakar, Es Campur Palangkaraya

Bebek dan telor asin Alabio.jpg

Bebek Bakar Tanpa Tulang Alabio, Telor Asin Alabio di Amuntai

Ujung Murung.jpg

Patin Bakar, Haruan/Gabus Bakar, Sayur, Telor Ikan Tumis RM Ujung Murung

Pampakin dan buah KLM.jpg

Pampakin, Tarap, Kalangkala

Pasar terapung, pisang kai, ayam mega.jpg

Pasar Terapung Banjarmasin, Pisang Kai, Ayam Goreng Mega

 





Sambal Ochi

4 10 2015

Berawal dari kesukaan saya cabai… akhirnya lahirlah Sambal Ochi. Bagi sebagian besar orang Indonesia, cabai adalah hal yg harus ada kalo lagi makan.

Walaupun hanya dipasarkan dari mulut ke mulut,  sambal ochi ini sudah terjual ribuan botol. Puji syukur,  sampai saat ini tidak ada yang kecewa.  Sering kali sambal ini dijadikan oleh-oleh,  baik untuk dibawa keluar kota atau pun keluar negeri. 

Sambal Ochi terdiri dari 5 jenis.  Yaitu :

Sambal rawit harga  Rp.  25.000 sambal teri,  sambal jambal,  sambal ebi dan sambal cumi harga Rp.  30.000 





Preeklamsia

18 12 2012

Ini adalah kisah yang menyedihkan sekaligus banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman ini. Tulisan ini udah lama pengen saya tulis, agar saya bisa lebih ringan menjalani kehidupan ini, dan saya berharap bisa menjadi inspirasi juga buat teman2 yang mengalaminya.

Berawal dari kehamilan yang tidak direncanakan namun diinginkan, karena saya maunya punya anak 3 orang (saya punya janji khusus sama Tuhan). Kehamilan itu sendiri dimulai dibulan April 2011.

Sebelum saya hamil anak ketiga ini, saya memang sudah mengidap penyakit darah tinggi, yang saya ketahui kira2 tahun 2008,  saat anak ke 2 saya berusia 3 tahun, dan memang ada riwayat penyakit darah tinggi dari mami saya. Dr internist saya sudah menyarankan saya supaya saya tidak hamil lagi, mengingat penyakit dan usia yg sudah lumayan. Namun karena sudah terlanjur hamil ya sudahlah saya jalanin aja dulu. Tentunya dengan doa. Dan saya pun hamil anak ke 3 ini diusia 39 tahun. Untuk obat darah tingginya saya diberikan dopamet 250.

Pada awalnya normal2 aja sih, namun pada usia kandungan saya memasuki usia 3 bulan, mulai deh tekanan darah tinggi saya naik.  Dokter kandungan memberikan saya obat adalat oros. Dan dr menyarankan saya untuk konsul ke dr internist, dan dia juga mengatakan kalau dr internist menyatakan tidak aman, maka kandungan saya harus dibatalkan.

Wah saya cukup shock dan ga nerima keadaan ini. Akhirnya saya ganti dr kandungannya, kembali kepada dr kandungan saya pada saat saya hamil anak ke 1 dan 2. Beliau bilang dijalani saja dan diusahakan yang terbaik. Dan saya pun konsul ke dr internist langganan saya. Akhirnya diberikan obat darah tinggi lagi dan dosisnya dinaikan.

Pada usia kandung 6 bulan, tiap hari punggung saya sakit tembus sampai ke maag, sengsara banget tiap hari dan malam saya ga bisa tidur, karena makanan pun dijaga akhirnya saya cuma makan bubur putih aja, dan penyakit tangan yang baal dan sakit tetap ada, kemudian saya ga tahan lagi akhirnya pergi ke internist lagi, dan saat itu saya udah menggunakan kursi roda. Setelah periksa dokter suruh saya untuk check ke laboratorium dan diketahui trombosit saya rendah, sekitar 98 rb. Standarnya 150-200 rb lebih. Akhirnya saya dirawat dan menerima 2 atau 4 kantong trombosit. Dan dicek bukan DB. Saya dikasih saudara Jus Jambu tujuannya untuk naikin trombosit , tp kondisi sakit saya makin parah, malah bertambah sakit. Pas hari ke 2 saya telepon Pak Pendeta kami yaitu Bpk Handoyo Santoso dan minta didoakan, beliau mengatakan ga apa-apa, 2 hari lagi udah bisa pulang. Abis didoakan trombosit saya turun lagi, sampai pernah mencapai 36 rb kalo ga salah, tapi benar keesokan harinya naik lagi, dan tepat 2 hari kemudian saya udah boleh pulang. Puji Tuhan.

Selama berada dirumah kondisi saya udah mendingan ga sakit lagi dibagian maagnya tp karena dirumah sakit saat trombosit turun harus banyak minum dan diinfus cairan dan trombosit akhirnya berat badan saya makin bertambah dan jadi bengkak disana sini, BB saya mencapai 80 kg lebih. Akhirnya saya diet minum. Karena merasa tidak cocok dengan internist lama saya akhirnya saya pindah dr internist kenalan dari dr kandungan saya. Oleh dr internist baru ini saya diberi obat darah tinggi 3 macam, sehari 3 kali dan ada 1 obat 4 kali. Jadi total sehari saya makan obat darah tinggi 10 butir. Dr sangat khawatir dgn kondisi saya dan saya harus kontrol ke internist tiap minggu, kalo ke dr kandungan sih masih normal sekitar 2 minggu. Dari hasil USG dr kandungan janin saya kecil dan BB nya ga sesuai karena asupan gizi terhambat karena hipertensi hebat yang saya alami.

Pada saat itu, saya rajin mencatat tekanan darah tinggi, tapi karena hasilnya selalu tinggi terus, membuat saya menjadi pesimis, tiap hari saya tidur dikamar yang terpisah dari suami dan anak saya, karena takut mengganggu mereka. Karena tiap malam saya ga bisa tidur dan sering pipis, dan karena saya sulit berjalan akhirnya dikamar saya disediakan pispot duduk. Setiap saat saya berpikir dan saya sudah pasrah pada Tuhan, apapun yang terjadi dengan saya, saya ingin Tuhan selalu bersama saya, dan jika Tuhan memanggil saya dan bayi dalam kandungan saya, saya sudah pasrah, dan saya hanya berdoa supaya Tuhan menerima saya dan bayi saya, dan membimbing keluarga saya yaitu suami dan ke 2 anak saya yang amat saya cintai. Walaupun waktu saya banyak untuk menulis diary atau posting diblog saya, ttg penderitaan yang saya alami, karena saya pikir baik juga untuk teman2 yang mengalami hal seperti saya, tp akhirnya saya putuskan tidak saya tulis, karena saya pesimis bisa terus hidup dan selamat. Dan jika saya tidak terus hidup akan membuat miris setiap orang yang membacanya terutama keluarga dan teman2 saya.

Pada saat usia kandungan saya kira2 7 bulan, tgl 10 September 2011, saya berkonsultasi dengan Pak Pendeta Handoyo Santoso lagi, dan kali ini kami bertemu beliau di gereja. Saat itu beliau mengatakan tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan asalkan kita terus berdoa dan memohon pada Tuhan. Terbukti istrinya yang tadinya darah tinggi sekarang sudah normal dan tidak minum obat, beliau mengatakan juga, minggu depan masalahnya selesai. Setelah didoakan kami pun pulang, tapi kita belum ngeh mengenai perkataan beliau “minggu depan masalahnya selesai”.

Tepat hari sabtu saya berusaha untuk masak untuk keluarga, setelah saya masak saya beristirahat dan merasakan bayi saya bergerak dan agak sakit,  saya agak curiga juga, tapi saya pikir tidak terjadi apa2. Tapi setelah saya rasakan lagi kok bayi saya seperti ada yang aneh, tidak bergerak, tp karena selama ini juga gerakannya jarang saya pikir ga apa2. Penasaran saya ke bidan, saya lupa hasilnya apa, tp karena hari senin, tgl 19 September jadwal saya kontrol ke dr kandungan jadi saya tunggu sampai senin. Malamnya saya mencari2 nama untuk bayi saya, akhirnya saya menemukan nama yang cocok, yaitu Darrel Tristan Cahyadi.

Bahtera Nuh

Tiba hari senin pagi, 19 September 2011, saya periksa ke dr kandungan, dan dr memeriksa dgn USG sampai beberapa kali, sampai akhirnya dia menyampaikan kepada saya dan suami bahwa anak kami telah meninggal. Sungguh kaget sekaligus pasrah saat itu mendengar semuanya. Dokter menyarankan kami untuk USG 4 dimensi didaerah Perumahan Gading Serpong. Karena tempat USG buka siangan akhirnya kami pulang, kami berdoa dan menangis. Saya tidak memberitahukan ke anak dan mama saya, dan siang kira2 jam 2 kami pergi ketempat USG 4 dimensi. Karena alat USG berada di lt 2, susah payah saya menaiki tangga. Setelah diperiksa dan diyakinkan bahwa benar bayi kami telah meninggal, akhirnya suami saya mengatakan agar dioperasi secepatnya, krn kalo semakin lama saya akan bertambah sedih. Saya yang saat itu udah ga tau lagi harus gimana hanya bisa pasrah saja, akhirnya kami menelepon dr kandungan dan dr internist dan dia katakan itu lebih baik, malam ini di observasi, besok pagi langsung cesar. Satu permintaan saya, saya mau beli baju untuk anak saya, akhirnya kami mampir ke Mall SMS dan saya duduk dikursi roda, untuk beli baju, selimut, topi, sarung tangan dan kaki,  bantal serta kalung salib. Dan saya pun tertarik dengan replika bahtera Nuh, yang berisi 5 hewan, cocok dgn keluarga kami. Karin mengatakan Gajah itu Papi, Kura2 itu Karin, Singa itu Koko Nathan Kuda itu Mami dan Kelinci itu Darrel. Masih terbayang rasa sedih saat itu, saya belanja sambil menitikan airmata. Tapi semua ini harus saya jalani dan saya harus tabah, dan terus berdoa agar diberi kekuatan.

Setelah selesai berbelanja, kami langsung ke rumah sakit Siloam Glen Eagles Karawaci. Dan masuk ruangan rawat inap umum. Menjelang malam dr kandungan dan dr internist pun datang datang dan mengecek kembali, malam harinya saya minta dari bagian kebidanan untuk USG melalui suara lagi untuk menyakinkan keadaan bayi saya, saya takut salah diagnosa dan berharap ada keajaiban untuk bayi saya. namun hasilnya sama. Saya berusaha menghibur diri dan berusaha untuk tabah. Selain obat hipertensi, saya pun di transfusi albumin sekitar 4 kantong, saya juga diberi obat penenang, dan dipasang kateter. Malam hingga pagi hari entah berapa kali suster membuang air seni dari kantong kateter, yang pasti pagi hari kaki saya sudah normal dan bagian tubuh lainnya langsung kempes, ga bengkak lagi. Kami jadi teringat kata2 Pak Pendeta kami, “minggu depan masalahnya selesai”. Yah inilah jawaban dari doa kami.

Ketika tiba saatnya saya memasuki ruang operasi, saya berusaha untuk tenang, seperti biasa saya disuntik bius untuk cesar yaitu separoh badan, namun untuk kali ini dosisnya dilebihkan, karena mereka takut saya shock. Saya paling takut disuntik, apalagi suntik di tulang belakang. Setelah bayi keluar saya bilang ke suster saya mau lihat anak saya, dihati saya sedih dan menangis, tapi karena pengaruh obat bius jadi seperti melayang aja, saya sempat menciumnya, namun ga bisa memegangnya karena tangan saya diikat dua2nya. Diluar suami, mama, sepupu, kakak dan ada pendeta beserta istrinya sudah menunggu, bersama peti dan pakaian untuk anak saya. Sedih rasanya, dan masih berasa hingga saat saya menulis ini. Setelah dipakaikan baju yang telah saya siapkan mereka berdoa dan membawa peti tsb ke makam keluarga, tanpa saya. Dan saya masih dikamar operasi, karena saya sekalian steril.  Setelah operasi selesai badan saya sempat menggigil, karena diruang pemulihan dingin sekali, tensi saya pun jd tidak teratur. Untung diberi penghangat sampai berlapis2. Yang menjadi penyemangat saya adalah ke 2 anak saya yang masih ada. Yah saya harus kuat untuk mereka.

Setelah sekitar 2 jam saya keruang rawat biasa lagi. Suami saya sudah kembali dan semuanya sudah beres katanya. 2 malam saya dirawat lagi, baru kemudian pulang. Berat badan saya pun turun 15 kg. Ringan rasanya sampai melayang, krn dlm waktu sekejap kehilangan 15 kg.

Setelah kembali kerumah, semuanya perlu penyesuaian, walaupun sedih banget, tapi perlahan saya dan keluarga mulai bisa beradaptasi dan menerima keadaan, ya inilah jalan yang dibukakan Tuhan untuk keluarga kami. Nathan dan Karin pun berasa kehilangan, Karin yang sudah berlatih memberikan susu dan mengganti popok dan Nathan yang udah siap ajak main adik barunya akhirnya perlahan bisa diberi pengertian. Untuk mengobati kesedihan saya pun mencari pekerjaan lagi dan di awal Januari 2012 pun saya sudah memulai pekerjaan yang baru. Yah segala sesuatu ada masanya, ada masa sedih dan ada masa senang, dan semuanya pun akan berlalu. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan hidup lagi oleh Tuhan, untuk mendampingi suami dan ke 2 anak saya. Thanks God……

**Ini adalah tulisan penuh perjuangan dan tulisan terlama yang pernah saya buat.





Kehilangan jati diri

14 09 2012

Belum lama ini saya sering mendengar di salah satu stasiun radio favorit saya, pembahasan mengenai wanita yang sudah berumah tangga, menjalani rutinitasnya sebagai istri dan ibu bagi anak2nya, pada akhirnya akan merasa kehilangan jati dirinya.  Nah bener nih…. saya juga ngerasain hal yang sama. Sebenernya saya udah nyadarin hal ini dah lama nih. Saya pikir2, saya kan bekerja, pulang ngurus rumah tangga, tidur, bangun pagi, beres2 berangkat kantor lagi, kalau weekend yah bareng keluarga. Memang saya menjalaninya dengan rasa enjoy banget, apalagi namanya punya anak, semuanya untuk anak, ngeliat lucunya, dan semuanya deh. Walaupun kadang ada ngeselinnya, tapi semua rasa kesel itu ilang setelah kita memeluk mereka, dan ngeliat mukanya yg lucu2.

Namun setelah beberapa tahun menjalaninya, akhirnya saya merasa ga punya waktu untuk diri sendiri. Sampai suatu saat saya bicara sama suami, kalo saya mau punya waktu sendiri, saya pilih hari jumat sepulang kerja, saya mau ngapain aja terserah saya deh.  Karena salah satu hobby saya adalah jalan2, akhirnya saya sering ngadain tour yang persertanya adalah teman2 saya dan kerabat2nya. Wah seru deh…

Tapi seiring dengan berjalannya waktu dan karena keadaan juga, sekarang saya ga punya waktu untuk jalan2 lagi nih.

Yang ingin saya bicarakan sebenernya adalah apa yang dibahas oleh stasiun radio itu bener, dan kalau sampai dibahas seperti itu, berarti yang ngalamin dan punya perasaan seperti saya itu ternyata banyak. Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapinya. Kalo saya pikir2…… yah memang begitu adanya, yah dijalanin aja deh yah…….





Hongkong, 16-18 April 2011

31 12 2011

16 April 2011

17 April 2011

18 April 2011





Guangzhou, 12-14 April 2011

31 12 2011

12 April 2011

Rute : Guangzhou railway station–> Hotel Grand Continental Service Apartment–>Lunch di KFC Pertokoan Beijing Lu–>Yue Xiu Park–>Pertokoan Shang Xia Ju Lu–>Dinner di Happy Restaurant–>Hotel

Setelah hampir 11 jam tibalah kami di Guangzhou, karena bawaan udah mulai banyak akhirnya kita naik taxi ke hotel seharga RMB 34. Hotelnya lumayan enak dan bersih, letaknya di dekat pertokoan Beijing Lu atau Beijing Road (Sama aja sih). Tak jauh dari depan hotel adalah lokasi Pearl Li River. Kami pesan hotel ini melalui kenalan orang medan yang tinggal di Guangzhou seharga RMB 270. Kami dapat dilantai yang tinggi, jadi pemandangannya bagus, bisa lihat pemandangan Pearl Li River diwaktu malam.

Perjalanan pertama kita makan siang dulu di KFC Beijing Lu, jalan2 sebentar kemudian kita ketemu dengan saudara dari teman saya yang tinggal di Guangzhou, karena ini kunjungan saya yang ke 2 jadi saya sudah kenal, dan bagi saya seperti mengunjungi saudara di Guangzhou. Enaknya kalau ada kenalan seperti ini, perjalanan lebih lancar, karena ada penunjuk jalannya. Tinggal sebut aja mau kemana. Pasti diantar walaupun naik bis, tapi menyenangkan, dan untuk makanan pun kita bisa menikmati makanan yang enak2 dan gratis lagi….hehehehehe…

Kemudian kami naik bis ke Yue Xiu Park, yaitu taman yang terkenal dengan Patung 5 Kambingnya sebagai lambang kota Guangzhou. Kemudian kita pergi ke pertokoan Shang Xia Jiu Lu. Dipertokoan ini banyak patung yang lucu2 dan unik. Karena kami bukan shopholic, jadi kami cuma lihat2 aja dan hanya membeli beberapa barang aja sih. Malamnya kami diajak dinner di Happy Restaurant. Makanannya Enak banget…..

13 April 2011

Rute : Traditional Market Baiyun Shan–>Breakfast–>Baiyun Shan–>Lunch didekat Baiyun Shan–>Grosir Tas (Sanyuanli?)–>Beijing Lu–>Dinner dekat beijing lu–>Pearl Li River–>Hotel 

Ke negara manapun saya pergi, tempat favorit saya adalalh traditional market hehehehe, mungkin aneh buat sebagian orang, tapi setelah saya ngobrol2 dengan teman2 lain, ternyata banyak orang yang kesukaannya sama seperti saya. Alhasil saya diajak kepasar di dekat Baiyun Shan, dipasar ini saya bisa beli aneka jamur dan produk dapur lainnya dengan harga murah. Pasar adalah surga buat saya…. Dan ternyata teman saya lebih parah lagi, dia beli beras buat bawa pulang ke Indo. Dia masih terbayang2 dengan enaknya beras di Guilin. Weleh2….

Setelah berbelanja, kami titip belanjaan dengan kenalan yang mengantar kami, tapi dia ga naik ke Baiyun Shan. Mereka menunggu dibawah. Lumayan kan jadi ga berat.

Kami keatas naik cable way, kalau naik pakai kaki ga kuat deh. Udara dingin menambah kesenangan kami, ditambah lagi pemandangan bunga2 yang indah, dan tempat yang bersih.

Setelah puas foto2 diatas, kami turun lagi naik cable way, dan kami sudah ditunggu untuk lunch diresto sebelah kiri pintun masuk baiyunshan yang ada cable waynya.  Restonya ramai, makanannya lumayan enak dan ada es kelapa bulat lho, tapi anehnya cuma airnya aja yang diminum, ketika saya minta untuk dibelah mau dimakan isinya mereka bingung. hehehehe

Setelah lunch, kami diajak kerumah teman yang mengantar kami, dibawah apartmentnya ada pasar. Saat kunjungan pertama saya dulu, saya banyak beli oleh2 di pasar ini. Setelah itu kami pergi ketempat grosir tas, saya ga tau persis namanya mungkin Sanyuanli. Di tempat ini, benar2 grosir tas, harganya memang murah, tapi ampun deh…..belinya harus banyak minimal 50. Dan barangnya ga ready stock, harus pesan. Agak frustasi juga belanja disini, barang bagus, harga murah tapi harus beli banyak. Akhirnya kami menemukan toko yang bisa menjual satuan.

Setelah belanja tas, kami diajak makan malam, di dekat beijing lu, makanannya enaaakkkk banget, tapi sayangnya bahasa dan hurufnya mandarin, jadi saya ga bisa tau apa nama tempatnya. Dan lagi karena yang mengajak makan orang lokal, jadi mereka tau makanan enak dan yang lagi promo. Jadi makan banyak tapi murah. Makan kira2 12 orang cuma Rp. 400 ribuan.

Setelah makan, saya mampir sebentar untuk beli aneka teh untuk oleh2. Kemudian balik hotel dan naik kapal menyusuri Pearl Li River. Harga tiketnya bermacam2, ternyata harga nya tergantung dari jenis kapal yang kita naikin, dan ada servicenya diatas, berupa makanan. Akhirnya kita milih yang harganya RMB 78. Dapat snack dan minum. Wah ternyata naik kapal ini, keren banget. Kita diajak menyusuri sungai dengan pemandangan gedung2 tinggi dengan lampunya yang keren banget.  Setelah puas akhirnya kami balik kehotel untuk packing. Karena besok kami harus berangkat lagi ke Shenzhen.

14 April 2011

Rute : Belanja dekat hotel–>Guangzhou railway station–>Shenzhen

Bangun pagi, saya menyempatkan diri untuk belanja tas2 yang bisa dilipat2 kecil. Saya pikir ini cocok untuk oleh2 karena ga berat, harganya berkisar RMB 10- RMB 35. Kemudian sarapan pagi, makananya rada aneh. Karena kita belinya di pertokoan dibawah apartemen. Setelah itu kami ambil barang dan naik MRT dan naik kereta ke Shenzhen deh.





Shenzhen, 14-16 April 2011

17 11 2011

14 April 2011

Rute : Railway Station from GZ–> Hotel –> Window Of The World–>Dinner di sebrang Window Of the World–>Hotel

Tiba dari Guangzhou kita naik Taxi ke hotel. Ternyata hotelnya itu deket sama station MRT. Setelah beristirahat kita jalan2 ke Window Of The World, tapi cuma didepannya aja, karena dah kesorean. Suasananya bagus banget karena kita bisa liat lampu berwarna-warni. Akhirnya kita ketemuan sama saudaranya teman saya yang asli orang sana dan ga bisa berbahasa Inggris sama sekali. Btw kita di traktir sama ABG2 yang baru kerja di Resto Buffet yang enak dan meriah banget. Resto ini letaknya di mall depan Window Of The World. Karena hurufnya Chinese banget jadi saya ga tau nama restonya.

15 April 2011

Rute: Louhu Trade Center–>Windows Of The World–>Dongmen–>Modern Toilet Resto–>Hotel

 

16 April 2011

Rute : Hotel–>naik MRT ke Louhu–>Transfer to Hongkong (Jalan Kaki)