Shenzhen, 14-16 April 2011

17 11 2011

14 April 2011

Rute : Railway Station from GZ–> Hotel –> Window Of The World–>Dinner di sebrang Window Of the World–>Hotel

Tiba dari Guangzhou kita naik Taxi ke hotel. Ternyata hotelnya itu deket sama station MRT. Setelah beristirahat kita jalan2 ke Window Of The World, tapi cuma didepannya aja, karena dah kesorean. Suasananya bagus banget karena kita bisa liat lampu berwarna-warni. Akhirnya kita ketemuan sama saudaranya teman saya yang asli orang sana dan ga bisa berbahasa Inggris sama sekali. Btw kita di traktir sama ABG2 yang baru kerja di Resto Buffet yang enak dan meriah banget. Resto ini letaknya di mall depan Window Of The World. Karena hurufnya Chinese banget jadi saya ga tau nama restonya.

15 April 2011

Rute: Louhu Trade Center–>Windows Of The World–>Dongmen–>Modern Toilet Resto–>Hotel

 

16 April 2011

Rute : Hotel–>naik MRT ke Louhu–>Transfer to Hongkong (Jalan Kaki)

Iklan




Guilin, 9-11 April 2011

17 11 2011

9 April 2011

Rute : Beijing–>Airport Guilin–>ke hotel naik mobil jemputan hotel–>ke Reed Flute Cave naik mobil hotel–>Ke Solitary Beauty Peak–>Guilin railway station–>ke hotel–>Makan di resto depan hotel–> hotel

Setelah sekitar 3 jam di pesawat, akhirnya kami tiba di bandara Guilin. Sesuai dengan kesepakatan dengan pihak hotel kami dijemput dibandara. Akhirnya saya melihat ada tulisan nama saya dipintu keluar. Wah lega rasanya ada yang jemput. Perempuan  kira2 umur 20 an deh.

Terrnyata yang dijemput bukan cuma kita, jadi harus tunggu 2 tamu lainnya. Sambil menunggu saya mampir ke Tourist Information, nanya2 soal city tour. Mereka punya paket tour bila kita berminat bisa hubungi lewat telepon dan mereka akan jemput kita dihotel. Akhirnya saya cuma beli peta kota Guilin, RMB 8.

Saya awalnya heran ngeliat  perempuan penjemput tampang nya cemberut aja ngeliat saya nanya2 tour ke Tourist Information. Belakangan saya baru tau bahwa dia adalah pihak tour dari hotel, jadi dia mau nawarin ke kami juga. Duuh nyebelin bener, baru ketemu udah dicemberutin. Harusnya dia kan bisa ngomong aja, ga usah pakai cemberut gitu.

Setelah peserta komplit, kami berangkat ke hotel. Kira2 1 jam sampai deh di hotel Grand 0773.  Setelah urus deposit akhirnya kami naik ke kamar. Resepsionisnya bisa berbahasa Inggris kok, walaupun ga fasih. Kamarnya enak, bersih ada Wifi lagi. Ga salah deh milih hotel ini.

Setelah naroh barang2, kita harus segera turun lagi, karena udah janjian sama supir hotel yang bawa kita dari bandara, dia mau antar kita jalan2, ke Reed flute Cave dan lainnya. Untungnya tuh supir baik, mau antar kita, asal ganti uang bensin aja. Ga kebayang kalo naik taxi deh.

Ternyata Reed Flute Cave itu deket dengan hotel. Tempat wisatanya deket2, dan kotanya kecil. Setelah membayar RMB 95, akhirnya kita masuk ke Cave yang terkenal ini.

Awalnya saya terkagum2 dengan warna-warni di Cave ini. Saya kira batu2 nya yang berwarna-warni. Ternyata setelah saya perhatikan yang membuat Cave ini menarik adalah efek cahaya lampu yang warna-warni. Oalaaaaaaahhhhhhh..

Cave ini besar kok, bentuk cavenya antik2. Ada yang bentuk snowman, bunga dll. Dan yang bikin kerennya ya penataan cahayanya yang bagus.

Setelah dari Cave ini, kami diantar ke Solitary Beauty Peak. Kata supir yang antar (perempuan dan keren lho) tempatnya bagus, bisa liat kota Guilin dari atas.

Ternyata ini adalah taman dan ada kuilnya. Kuilnya itu terletak diatas bukit. Kita jalan sendiri, ga nunggu tour guidenya, karena dia masih tunggu peserta lainnya. Jadi mohon dimaklumi kalo ceritanya ga lengkap. Harga tiket masuknya RMB 70. Setelah berjalan sampai belakang, akhirnya kita ketemu juga bukitnya. Tadinya ga mau naik, karena kaki masih pada sakit abis naik Great Wall.  Udah sebel banget liat tangga. Karena desakan yang lain, akhirnya naik juga.

Ampun deh, tuh tangga curam banget. Setelah bersusah payah, napas senin, rabu, jumat akhirnya sampai juga diatas. Yang tadinya kedinginan jadi keringetan deh. Dari atas ini, memang bisa terlihat kota Guilin, saya rasa kalo malem lebih bagus nih, karena ada lampu2nya dari kota Guilin. Diatas ada kuil kecil.

Yang menarik adalah ada tulisan yang menceritakan, pada tanggal 4 Des 1921, Presiden Sun Yat Sen berkunjung ke tempat ini pada malam hari, dan warga menggelar festival lentera.  Setelah bersusah payah, akhirnya beliau bisa tiba dipuncak kuil ini juga.  Dan setibanya diatas dia mengatakan “There is no distinction between difficult and easy things. If you try, difficult things will become easy, if you give up easy things will become difficult and etc………”  Tentunya dalam bahasa China sih dan ini terjemahannya.

Ga nyesel deh bela-belain naik, karena selain bisa ngeliat kota Guilin dari atas, saya juga jadi lebih termotivasi untuk menjalani kehidupan, yang terinspirasi dari kata2 Sun Yat Sen.

Setelah dari kuil ini kami diantar ke Stasiun kereta api Guilin, untuk beli tiket ke Guangzhou. Wah rame banget di stasiun. Layarnya gede dan bahasanya mandarin. Ada juga sih tulisan latinnya. Tapi nomor kereta dan jamnya aja. Jadi kalo mau beli tiket kereta api, browsing2 dulu deh, cari informasi dan catat nomor kereta yang mau dibeli.  Mau beli yang soft sleep abis, akhirnya kebagian yang hard seat RMB 116/org. Untuk supirnya dia sih cuma minta RMB 60, tapi akhirnya kita kasih RMB 85. Murah banget kan?? coba naik taxi, mungkin murah juga, tapi nyasar ga ditanggung deh, secara ngomongnya aja susah….hehehehe…

Balik kehotel, mandi dan istirahat. Menurut informasi makanan di resto depan hotel enak dan ga mahal. Bener sih, makan ber 4 cuma RMB 98. Padahal tempatnya elit dan masakannya enak. Apalagi nasinya. Kecil2 dan pulen. Gambar dibawah adalah menu kami 2 kali makan. Jadi jangan terkecoh yah…..

Setelah kenyang, kami balik ke hotel, dan menikmati kamar hotel yang bersih, enak dan udaranya yang dingiiiin banget. Sebelum tidur saya menyempatkan diri chatting sama my lovelly son and daughter di rumah.

10 April 2011

Rute : Hotel –>Mie Guilin depan hotel–> Elephant trunk hill–>Hotel–>Sungai Li–>Taman yang ada Wihara–>The Big Yan Tree Park–>Liat gunung batu bentuk bulan sabit–>Jasper Jewelery–>show Impression of Lu Sanjie–>Makan sate samping hotel–>Hotel

Bangun pagi, mandi secukupnya karena dingin banget, trus sarapan pagi. Mie Guilin didepan hotel. Wah saya tuh ke Guilin kepengen banget makan mie ini. Pernah makan mie ini di Guangzhou. Jadi termotivasi banget ke Guilin makan mie ini. Untung ga usah susah2 cari. Tinggal nyebrang aja.

Mie ini terkenal dengan toppingnya. Yang di Guilin ini lebih asyik. Toppingnya bisa ambil sendiri. Terdiri dari acar kacang panjang, semacam acar lobak, cabe rawit potong dan cabe olahan. Untuk dagingnya udah dikasihin sama pedagangnya. Kayanya daging babi sih. Jadi buat yang muslim jangan makan yah….. Berbeda dengan mie di china biasanya, mie ini kuahnya terpisah. Bisa diambil sendiri di tempat kuah. Karena saya pakai cabenya kebanyakan, jadi pedesnya minta ampun. Didepan tokonya ada semacam ayam kecap dan masakan kembang tahu. Mie dkknya murah banget makan ber 4 cuma RMB 16, kira2 Rp. 21.000 buat ber 4.

Setelah sarapan kami jalan2 ke Elephant Trunk Hill. Tempatnya dekat juga dari hotel. Cuma jalan 5 menit aja. Sayangnya tempat wisata ini belum buka, jadi cuma bisa ngintip2 aja.

Akhirnya kami kembali ke hotel dan bersiap2 untuk ikut tour ke Sungai Li dan Yangshuo serta tak ketinggalan nonton show Impression of Lu Sanjie di Yangshuo. Paket tour ini kami ambil dari hotel (sama perempuan yang jutek itu, tp karena kami ambil tour sama dia, jadi baik deh. Paket tour ini RMB 300 dan tambahan RMB 200 untuk nonton Impression of Lu Sanjie, sewa kekeran RMB 40/bh. Paket tour ini lebih murah karena menggunakan bahasa mandarin, kalau yang berbahasa Inggris lebih mahal lho.

Jam 8.30 kami dijemput dengan bis, karena peserta tour tersebar dibeberapa hotel maka kamipun diajak untuk menjemput seluruh peserta dulu. Setelah terkumpul berangkatlah kami ke dermaga sungai.  Namun sebelumnya kami makan siang dulu di restoran kecil di sebrang dermaga. Ada nasi putih, cah sayur, cah tahu, dadar telur dan tim ikan. Katanya sih ikan ini khas dari sungai Li.

Setelah selesai makan siang, kami pun dipersilahkan naik ke perahu untuk menyusuri sungai Li, ditemani tukang perahu. Pemandangan disungai ini sangat indah. Sungainya bersih, dikelilingi gunung batu dengan aneka bentuk menarik (Confucius, 5 jari dll) dan udaranya yang dingin membuat perjalanan 2 jam ini sangat menyenangkan. Kami berhenti 2 kali, yang pertama kami diberi kesempatan foto dipinggir sungai. Ada penjual ikan dan talas goreng. Harganya kalo ga salah RMB 10. Rasanya lumayan enak. Perhentian ke 2, ditempat yang lebih luas, dan lebih banyak penjual. Dan ada semacam tebak2an, siapa yang bisa melihat 9 kuda yang terpampang didinding gunung batu akan mendapat hadiah. Tersedia juga WC tapi harus bayar lho.

Perjalanan menyusuri sungai ini berakhir di Yangshuo. Disana kami sudah dijemput dengan mobil kecil dan diantar menuju bis besar kami. Dan kami pun diajak tour di Yangshuo. Yang saya ingat namanya The Big Yan Tree, berupa taman, kemudian ada taman lagi dan ada Wiharanya. Dan diajak ke toko perhiasan. Nah yang lucunya, di toko ini kami bertemu bossnya dan karena pada saat itu dia sedang merayakan ulang tahun perkawinan, kami semua di beri liontin giok yang katanya seharga RMB 600. Tau tuh bener ga kalo harga segitu. Disini pun kami beli 1 set kalung dan anting yang kalau disenter  dengan laser pointer batunya yang berwarna merah akan memantulkan cahaya seperti kristal seharga RMB 200. Itu pun setelah ditawar. Namun ternyata setelah dirumah kalung dan liontinnya dari warnanya silver jadi warna kehitaman, namun batunya sih masih warna merah. Boss nya ramah banget, sampe kita foto bareng tuh.

Karena ga semua peserta tour nonton pertunjukan Lu Sanjie akhirnya ditengah jalan kami ber 4 dipindahkan ke bis lain dan bergabung dengan peserta yang mau nonton juga.

Kami diantar kedalam dan diberi tiket. Dan Tour guidenya bilang setelah acara show selesai kami harus berkumpul kembali ditempat bis. Dan ga boleh terlambat. Bener2 harus mandiri deh. Akhirnya kamipun masuk dan mengikuti petunjuk lagi didalam. Sebelumnya kami beli Popcorn dan Mie Instant, karena memang kita ga dapat makan malam. Huhuhuhu…untung ada yang jualan. Sekalian kami juga beli VCD show tersebut. Wah kita dapat duduk ke 2 dari depan lho….. Pertunjukan pun dimulai setelah agak gelap. Kalo ga salah mereka ada 2 show, dan kita show pertama. Shownya kuareeeeennnnn banget. Katanya penarinya 1000 orang. Wah kalo ke Yangshuo jangan ketinggalah show ini nih…. Kombinasi penari, cahaya, musik dllnya keren banget. Setelah bubar kami buru2 ke bis, karena takut ketinggalah boooo, kalo ketinggalan ga bisa pulang. Sekitar jam 11 an kami tiba di Guilin, dan diantar ke perempatan dekat hotel. Karena masih lapar dan disamping hotel ada yang jual aneka macam sate. Hmmmm Yummmmyyyyy…apalagi dalam keadaan lapar dan dingin pula.

11 April 2011

Rute : Hotel–>Mie Guilin depan hotel–>hotel–>Perkampungan suku Yao–>Yi Jiang Yuan Scenic Site–>Longji terrace  –>makan didepan hotel–>hotel–>stasiun kereta api

Bangun pagi, mandi, sarapan mie Guilin lagiiiiiiii. Puas2in deh makan mie ini, karena nanti malam udah harus berangkat ke Guangzhou, mungkin ini mie guilin terakhir kami, pastinya kami bakal kangen banget sama mie ini nantinya. Karena setau saya di Jakarta ga ada yang jual.

Yang pertama kami diajak ke Yi Jiang Yuan Scenic Site, Taman peradaban suku asli masyarakat Guilin ini. Dan kamipun disuguhi tarian dan teh.  Dan kamipun bisa menyaksikan cara mereka menyanggul rambutnya menjadi bentuk yang khas. Menariknya lagi diarah keluar ada sederetan bambu dan disediakan semacam kayu, jadi kalau kita lewat bisa ambil kayu tersebut dan memukulkannya dideretan bambu itu. Dan terdengarlah suara yang cukup rame. Dan lucunya lagi di jembatan arah keluar kita dicegat oleh anak2 remaja, sebelum lewat kita harus menyanyikan sebuah lagu, baru lewat. Untung aja ada yang bisa. Akhirnya kita bisa lewat deh.

Kemudian kita diajak ke Longji terrace. Disini kami berganti bis yang akan mengantar kami ke pintu gerbang Longji terrace.  Tapi sebelumnya kami diajak mengunjungi perkampungan suku Yao. Diperkampungan ini kami diajak melihat-lihat kehidupan suku Yao. Rumahnya terbuat dari kayu, ciri dari suku ini kelihatan dari  sanggul rambutnya yang unik. Kalau perempuan yang belum menikah terlihat dari rambutnya yang diberi penutup. Beruntung kita bisa motret perempuan cantik yang belum menikah ini. Jalan menuju perkampungan ini harus melewati jembatan goyang. Ngeri tapi seruuuuuu…..

Setelah itu barulah kami diantar ke Longji Terrace. Udaranya masih dingin dan bersih. Enak banget…… Untuk melihat pemandangan sawah yang indah kami harus berjalan naik cukup jauuuuuhhhh. Diperjalanan kami melihat souvenir yang lucu dan unik dan ada juga yang menjual cabe Guilin. Dan lucunya lagi, anak2 gadis akan menarik pengunjung pria, untuk berfoto bersama mereka, tentunya harus bayar, dan caranya maksa banget, sambil dirayu2 gitu. Akhirnya semua pria jalannya harus mepet sama temen perempuan atau istrinya supaya ga ditarik. Dan kalo ga kuat jalan, bisa ditandu. Tapi saya ga tau tarifnya sih.

Sampai di atas kami makan siang, di resto yang menyediakan makanan khas daerah mereka, yaitu nasi ayam yang dimasukan ke bambu dan dibakar.  Tapi bayar sendiri lhooooo…… Makanannya lumayan enak dan unik. Kita makan ber 4 dengan menu yg ada difoto seharga RMB 280. Nasi nya kaya ketan gitu deh.

Setiba dipuncak kami bisa melihat pemandangan dari atas, terlihat hamparan sawah. Sayangnya saat kita pergi mereka sudah memanen padinya. Jadi ga sesuai dengan gambar2 yang sudah kami liat. Akhirnya saya beli postcardnya aja deh. Hehehehe lumayan lah…. Di puncak ini juga banyak yang berjualan dan ada kehidupan suku Yao. Setelah mendekati waktu yang diberikan oleh tour leader, akhirnya kami turun ketempat parkir bis.

Setelah tour selesai kami diantar ke hotel lagi, dan bersiap2 ke stasiun kereta api menuju Guangzhou dengan kelas Hard seat seharga RMB 116. Duh dikereta ini benar2 sengsara duduknya. Kursinya benar2 hardseat, ga bisa ditidurin. Awalnya sih bangkunya ga terlalu penuh, pas ditengah jalan sekitar jam 2 pagi, naiklah penumpang lainnya. Perjalanan kereta ini makan waktu kira2 11 jam deh.  Ada yang lucu dikereta ini, sama seperti di Beijing di kereta ini saya juga liat celana anak kecil yang modelnya sama, yaitu bagian bawahnya ga dijahit, jadi kalo mau pipis or pub gampang. Ada2 aja yah idenya.

Oh ya menurut saya hotel grand 0773 ini recommended banget buat yang mau jalan2 ke Guilin, selain harganya bersahabat, tempatnya bersih dan didepan hotel ada yang jual mie Guilin dan resto yang enak dan murmer. Saya booking melalui http://www.booking.com kok.  Pengen rasanya balik ke Guilin hanya untuk menikmati mie Guilinnya hehehehe





Makaroni Panggang

12 11 2011

Bikin makaroni panggang yukkkk…….Makanan ini kesukaan my hubby. Dengan bahan seadanya sesuai  stok bahan dirumah akhirnya jadi juga sih.

Bahan :

– 400 gr makaroni, direbus di air yang telah diberi sedikit minyak dan tiriskan

– Daging sapi giling/Kornet

– Sosis/Smoked beef/Smoked chicken

– 1 bks keju kraft, diparut

– 1 buah biji pala, haluskan

– Susu cair secukupnya

– 10 butir telur ayam

– 1 butir ayam untuk pengoles sebelum dipanggang

– Garam secukupnya

– Gula secukupnya

Cara memasak :

Campur semua bahan, aduk rata. Kalau mau mencoba dipanggang sedikit dulu. Kemudian koreksi rasanya.  Setelah pas masukan kedalam loyang/pyrex. Kemudian kukus hingga matang. Angkat. Beri telur kocok dan taburi keju diatasnya. Kemudian panggang 15 menit sampai keju kekuningan.





Bihun Thailand Pedes Mampus

11 11 2011

Hari ini tanggal 11-11-11. Semua orang menginginkan hari ini menjadi hari yang istimewa. Ada yang married, melahirkan anak, acara pembukaan Sea Games ke 26 di Palembang pun diadakan ditanggal 11-11-11.

Wah kalau gw mau ngapain yah?? Bikin postingan makanan yang super pedes aja deh. He..he..he.. (Maksa yah)

Mau masakan yang menantang air liur?? Cobain deh resep ini. Rasanya sangat menantang air liur nih. Asam, asin, gurih, wangi sereh dan pastinya pedessss banget.

Bahan :

–          Bihun jagung, direbus, beri minyak sayur supaya tidak menyatu

–          Smoked chicken dipotong kecil memanjang

–          Telur ayam di goreng orak-arik

–          Jamur kuping, direndam, dipotong halus panjang

–          Ayam fillet, di potong kecil, panjang

–          Serai dibersihkan dan dipotong serong, memanjang ukuran agak besar dan dikeprek

–          Tauge

–          Wortel import dipotong sebesar korek api.

–          Daun Kemangi

–          Bawang goreng

–          Jeruk nipis, peras ambil airnya

–          Cabe rawit merah dipotong bulat

–          Kecap asin ikan

–          Royco

–          Minyak sayur untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan

–          Bawang merah

–          Bawang putih

Cara memasak :

Bihun jagung diberi kecap asin ikan aduk rata, sisihkan.

Tuangkan minyak sayur secukupnya, masukan bawang merah dan putih yang telah dihaluskan dan serai. Tumis hingga harum. Masukan ayam fillet, smoked chicken. Tumis hingga matang. Masukan cabe rawit. Aduk lagi. Masukan wortel, jamur kuping, jeruk nipis, royco.

Masukan bihun, aduk rata. Koreksi rasanya. Terakhir masukan telur orak arik, tauge dan kemangi. Angkat dan hidangkan. Beri taburan bawang goring diatasnya.





Mikung (Mie Kangkung)

6 11 2011

Gw inget banget, dulu kalo sore ada tukang mie kangkung yang lewat depan rumah. Hmmmm rasanya yummy banget. Terutama buat yang suka mie dengan rasa asem, pedes,asin, berkuah panas. Yang bikin menggiurkan adalah wangi  peresen jeruk limonya itu lho yang bikin gimana gitu….. Kalo jaman dahulu penjual mikung ini menggunakan daging babi. Namun saat ini jarang sekali yang menggunakan daging babi, mungkin supaya bisa diperdagangkan secara luas dan bebas, mikung ini menggunakan daging ayam.  Menu ini favorit dikeluarga gw dan dikalangan tetangga gw (kalo bikin tetangga suka dibagi). Nah ini dia resepnya.

Bahan :

– 500 gram daging ayam fillet dipotong kecil-kecil

– 1 Ons juhi kering, direndam dan dipotong kecil-kecil

– 1 bungkus mie kering cap ayam/cap atom bulan

– 2 ikat kangkung

– 250 gram tauge

– Kecap manis secukupnya

– 2  sdm saos tiram

– Kecap asin secukupnya

– Garam, gula pasir dan lada secukupnya

– 1 liter air

– 5 buah bawang merah diiris halus

– 5 buah bawang putih diiris halus

– 2 sdm minyak sayur

Sambal :

– 10 cabe rawit

– 15 kacang tanah yang digoreng kemudian dihaluskan

– Garam secukupnya

Pelengkap :

– Jeruk Limo

– Bawang goreng

Cara memasak :

Kuah

Panaskan minyak sayur, masukan bawang merah, bawang putih, tumis hingga harum. Masukan ayam dan juhi hingga kaku, kemudian tuangkan air. Tunggu sampai mendidih, kemudian masukan saus tiram, kecap asin, lada, garam, gula, kecap manis. Koreksi rasanya sampai sesuai selera. Rebus terus sampai kira2 15 menit dan daging ayam serta juhi empuk. Angkat sisihkan.

Rebus mie kemudian sisihkan.

Sambal

Rebus cabai hingga lunak, kemudian haluskan. Setelah halus, masukan kacang tanah, beri garam dan air hangat. Sisihkan

Cara menghidangkan :

Rebus kembali mie, kangkung dan tauge. Masukan kedalam mangkuk. Siram dengan kuah yang masih panas. Beri perasan jeruk limo dan bawang goreng. Dan bila suka pedas berikan sambal. Makan selagi hangat.





Daging Sapi Balado Basah

6 11 2011

Berawal dari tante gw yang sering bawain makanan ini, akhirnya gw berminat juga untuk bikin. Berdasarkan informasi resep dari hasil tanya jawab, dan indera pengecap (yang udah pernah ngerasain rasanya) akhirnya jadilah Daging Sapi Balado Basah bikinan sendiri.

Bahan :

500 Kg daging sapi has dalam

10    Buah cabe merah yang besar, dibuang bijinya

3       Buah tomat

5       Siung bawang merah

3      Siung bawang putih

Asem Jawa secukupnya

Air kelapa secukupnya

Garam secukupnya

Gula secukupnya

Daun salam secukupnya

Lengkuas secukupnya (dikeprek)

Cara Memasak :

Potong daging sapi sesuai selera namun jangan terlalu tebal dan terlalu tipis. Rebus daging sapi bersama dengan air kelapa sampai daging empuk, setelah itu sisihkan daging sapi dari sisa air kelapa yang tersisa.

Masukan bawang putih, bawang merah, tomat, cabe kedalam sisa rebusan air kelapa. Masak hingga empuk. Kemudian angkat dan tiriskan. Sisa air kelapa jangan dibuang.

Ulek kasar bawang putih, bawang merah, tomat, cabe. Kemudian tumis seluruh bahan tersebut. Masukan sisa rebusan air kelapa,  daun salam, lengkuas, air asam jawa, gula, garam koreksi rasanya.

Setelah rasanya sudah pas masukan daging sapi yang telah direbus tadi. Masak hingga bumbu meresap. Setelah meresap angkat dan hidangkan dengan bawang goreng.





Lomie Karet

6 11 2011

Awalnya saya makan Lomie Karet ini, di sebuah RM di kawasan dekat pasar Palmerah. Mie yang bentuknya seperti cacing itu awalnya membuat saya geli untuk makan. Tapi setelah mencoba rasanya hmmmmm yummy…..
Karena waktu untuk memasak Lomie ini cukup lama, akhirnya setiap kali mau makan disana, saya pasti pesan lewat telepon dulu 1/2 jam sebelumnya. Jadi kalo saya tiba nunggunya ga terlalu lama. Resep ini adalah rekaan saya, btw kata my hubby sih mirip.

Bahan :

– 500 gram lomie karet
– 100 gram jamur hioko, di cuci, direndam, di iris 1/2 cm, air rendaman jangan
dibuang
– 50 gram udang kering, dicuci, direndam, air rendaman jangan dibuang
– 200 gram ayam daging dada diiris tipis
– 10 buah baso ikan
– 3 butir telur ayam
– 2 liter air
– Sawi hijau secukupnya potong 5 cm
– Sawi putih secukupnya potong 5 cm
– 3 sdm saos tiram
– kecap asin secukupnya
– 2 sdm gula
– lada secukupnya
– 3 siung bawang putih, dikeprek
– 2 sdm minyak sayur
– 2 sdm minyak wijen

Cara memasak :
Tumis bawang putih hingga harum dengan minyak sayur, masukan daging ayam, baso ikan, jamur hioko & udang kering tidak termasuk airnya,setelah harum masukan air rendaman jamur dan udang, tambahkan air, biarkan mendidih, masukan lomie, setelah mendidih masukan bumbu-bumbu, saos tiram, gula, lada, kecap asin, koreksi rasanya. Rebus masakan terus hingga lomie lembut, kalau kurang air tambahkan lagi dan koreksi rasanya kembali.

Setelah lomie lembut dan rasanya pas, masukan sawi hijau dan sawi putih, telur aduk cepat, dan terakhir minyak wijen. Setelah mendidih kembali lomie karet siap dihidangkan.

Tips :
– Lomie karet bisa ditemukan dipasar glodok.
– Enak dimakan bersama acar ketimun dan sambel saus cabe
– Dimakan selagi panas
– Bila mau dibawa atau dimakan belakangan, mie dan kuah ditaro terpisah