Kalimantan Selatan

19 02 2016

Sejak 1 April 2013, saya bergabung dengan salah satu perusahaan tambang batu bara yang cukup besar di Indonesia. Tambang tersebut berlokasi di kota Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan. Dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, tambang tersebut dapat dicapai dengan menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam dan dengan pesawat airfast kurang lebih 45 menit. Namun sejak akhir tahun 2014, fasilitas Airfast ditiadakan.

IMG-20130426-01578 (Copy)..Pekerjaan saya berhubungan dengan kegiatan CSR. Wah pekerjaan yang buat saya sangat menyenangkan.¬†Sambil kerja..saya bisa jalan-jalan…

Sedikit bernostalgia, pertama kali se site, wah cukup tegang juga naik Airfast. Maklum baru pertama kali. Kapasitas dari Airfast ini sekitar 15 orang termasuk awak pesawat.Sebelum kita naik, akan ditimbang berat badannya, so banyak orang yang ditimbang bersama tas ranselnya ūüôā supaya berat badan asli ga ketahuan. Hehehehe… Penutup telinganya ¬†pun, masih pakai busa yang disempilin dikuping. Belakangan sudah pakai headphone.

Jadi untuk ulasan ini akan ada postingan pekerjaan, jalan-jalan dan wisata kulinernya nih…

Sekitar pekerjaan ini fotonya

Tambang

Tambang Batu Bara

TIC,WTP,Posyandu.jpg

Posyandu Paminggir, Tabalong Islamic Center, Water treatment Plan HSU

Katarak,speedboat ambulance,sekolah ambahai.jpg

Operasi Katarak Gratis, Speedboat Ambulance, Sekolah SD Ambahai (diatas sungai Barito)

TEF 2016,TBP,Sarang angkutan masyarakat.jpg

Tabalong Etnic Festival 2016, Tanjung Bersinar Park, Bis Angkutan Masyarakat

Wisata Kuliner

Udang Khas Paminggir, Sup Ikan Baung, Udang Lobster.jpg

Udang Khas Paminggir, Sup Ikan Baung, Udang Lobster

Ketupat Kandangan, Urap, Cacapan.jpg

Ketupat Kandangan, Urap, Cacapan

Nila, bebek, cumi goreng doa ibu.jpg

Nila, Bebek, Cumi Goreng Warung Doa Ibu

Sate Kijang, Sop Ayam, Ayam Bakar.jpg

Sate Kijang, Sop Banjar, Ayam Bakar

Sulur, Mandai, Kulat Bentilung.jpg

Sulur, Mandai, Kulat Bentilung

Soto Bapukah, Nila Bakar, Es Campur Palangkaraya.jpg

Soto Bapukah, Nila Bakar, Es Campur Palangkaraya

Bebek dan telor asin Alabio.jpg

Bebek Bakar Tanpa Tulang Alabio, Telor Asin Alabio di Amuntai

Ujung Murung.jpg

Patin Bakar, Haruan/Gabus Bakar, Sayur, Telor Ikan Tumis RM Ujung Murung

Pampakin dan buah KLM.jpg

Pampakin, Tarap, Kalangkala

Pasar terapung, pisang kai, ayam mega.jpg

Pasar Terapung Banjarmasin, Pisang Kai, Ayam Goreng Mega

 

Iklan




Hongkong, 16-18 April 2011

31 12 2011

16 April 2011

17 April 2011

18 April 2011





Guangzhou, 12-14 April 2011

31 12 2011

12 April 2011

Rute : Guangzhou railway station–> Hotel Grand Continental Service Apartment–>Lunch di KFC Pertokoan Beijing Lu–>Yue Xiu Park–>Pertokoan Shang Xia Ju Lu–>Dinner di Happy Restaurant–>Hotel

Setelah hampir 11 jam tibalah kami di Guangzhou, karena bawaan udah mulai banyak akhirnya kita naik taxi ke hotel seharga RMB 34. Hotelnya lumayan enak dan bersih, letaknya di dekat pertokoan Beijing Lu atau Beijing Road (Sama aja sih). Tak jauh dari depan hotel adalah lokasi Pearl Li River. Kami pesan hotel ini melalui kenalan orang medan yang tinggal di Guangzhou seharga RMB 270. Kami dapat dilantai yang tinggi, jadi pemandangannya bagus, bisa lihat pemandangan Pearl Li River diwaktu malam.

Perjalanan pertama kita makan siang dulu di KFC Beijing Lu, jalan2 sebentar kemudian kita ketemu dengan saudara dari teman saya yang tinggal di Guangzhou, karena ini kunjungan saya yang ke 2 jadi saya sudah kenal, dan bagi saya seperti mengunjungi saudara di Guangzhou. Enaknya kalau ada kenalan seperti ini, perjalanan lebih lancar, karena ada penunjuk jalannya. Tinggal sebut aja mau kemana. Pasti diantar walaupun naik bis, tapi menyenangkan, dan untuk makanan pun kita bisa menikmati makanan yang enak2 dan gratis lagi….hehehehehe…

Kemudian kami naik bis ke Yue Xiu Park, yaitu taman yang terkenal dengan Patung 5 Kambingnya sebagai lambang kota Guangzhou. Kemudian kita pergi ke pertokoan Shang Xia Jiu Lu. Dipertokoan ini banyak patung yang lucu2 dan unik. Karena kami bukan shopholic, jadi kami cuma lihat2 aja dan hanya membeli beberapa barang aja sih. Malamnya kami diajak dinner di Happy Restaurant. Makanannya Enak banget…..

13 April 2011

Rute : Traditional Market Baiyun Shan–>Breakfast–>Baiyun Shan–>Lunch didekat Baiyun Shan–>Grosir Tas (Sanyuanli?)–>Beijing Lu–>Dinner dekat beijing lu–>Pearl Li River–>Hotel¬†

Ke negara manapun saya pergi, tempat favorit saya adalalh traditional market hehehehe, mungkin aneh buat sebagian orang, tapi setelah saya ngobrol2 dengan teman2 lain, ternyata banyak orang yang kesukaannya sama seperti saya. Alhasil saya diajak kepasar di dekat Baiyun Shan, dipasar ini saya bisa beli aneka jamur dan produk dapur lainnya dengan harga murah. Pasar adalah surga buat saya…. Dan ternyata teman saya lebih parah lagi, dia beli beras buat bawa pulang ke Indo. Dia masih terbayang2 dengan enaknya beras di Guilin. Weleh2….

Setelah berbelanja, kami titip belanjaan dengan kenalan yang mengantar kami, tapi dia ga naik ke Baiyun Shan. Mereka menunggu dibawah. Lumayan kan jadi ga berat.

Kami keatas naik cable way, kalau naik pakai kaki ga kuat deh. Udara dingin menambah kesenangan kami, ditambah lagi pemandangan bunga2 yang indah, dan tempat yang bersih.

Setelah puas foto2 diatas, kami turun lagi naik cable way, dan kami sudah ditunggu untuk lunch diresto sebelah kiri pintun masuk baiyunshan yang ada cable waynya.  Restonya ramai, makanannya lumayan enak dan ada es kelapa bulat lho, tapi anehnya cuma airnya aja yang diminum, ketika saya minta untuk dibelah mau dimakan isinya mereka bingung. hehehehe

Setelah lunch, kami diajak kerumah teman yang mengantar kami, dibawah apartmentnya ada pasar. Saat kunjungan pertama saya dulu, saya banyak beli oleh2 di pasar ini. Setelah itu kami pergi ketempat grosir tas, saya ga tau persis namanya mungkin Sanyuanli. Di tempat ini, benar2 grosir tas, harganya memang murah, tapi ampun deh…..belinya harus banyak minimal 50. Dan barangnya ga ready stock, harus pesan. Agak frustasi juga belanja disini, barang bagus, harga murah tapi harus beli banyak. Akhirnya kami menemukan toko yang bisa menjual satuan.

Setelah belanja tas, kami diajak makan malam, di dekat beijing lu, makanannya enaaakkkk banget, tapi sayangnya bahasa dan hurufnya mandarin, jadi saya ga bisa tau apa nama tempatnya. Dan lagi karena yang mengajak makan orang lokal, jadi mereka tau makanan enak dan yang lagi promo. Jadi makan banyak tapi murah. Makan kira2 12 orang cuma Rp. 400 ribuan.

Setelah makan, saya mampir sebentar untuk beli aneka teh untuk oleh2. Kemudian balik hotel dan naik kapal menyusuri Pearl Li River. Harga tiketnya bermacam2, ternyata harga nya tergantung dari jenis kapal yang kita naikin, dan ada servicenya diatas, berupa makanan. Akhirnya kita milih yang harganya RMB 78. Dapat snack dan minum. Wah ternyata naik kapal ini, keren banget. Kita diajak menyusuri sungai dengan pemandangan gedung2 tinggi dengan lampunya yang keren banget.  Setelah puas akhirnya kami balik kehotel untuk packing. Karena besok kami harus berangkat lagi ke Shenzhen.

14 April 2011

Rute : Belanja dekat hotel–>Guangzhou railway station–>Shenzhen

Bangun pagi, saya menyempatkan diri untuk belanja tas2 yang bisa dilipat2 kecil. Saya pikir ini cocok untuk oleh2 karena ga berat, harganya berkisar RMB 10- RMB 35. Kemudian sarapan pagi, makananya rada aneh. Karena kita belinya di pertokoan dibawah apartemen. Setelah itu kami ambil barang dan naik MRT dan naik kereta ke Shenzhen deh.





Shenzhen, 14-16 April 2011

17 11 2011

14 April 2011

Rute : Railway Station from GZ–> Hotel –> Window Of The World–>Dinner di sebrang Window Of the World–>Hotel

Tiba dari Guangzhou kita naik Taxi ke hotel. Ternyata hotelnya itu deket sama station MRT. Setelah beristirahat kita jalan2 ke Window Of The World, tapi cuma didepannya aja, karena dah kesorean. Suasananya bagus banget karena kita bisa liat lampu berwarna-warni. Akhirnya kita ketemuan sama saudaranya teman saya yang asli orang sana dan ga bisa berbahasa Inggris sama sekali. Btw kita di traktir sama ABG2 yang baru kerja di Resto Buffet yang enak dan meriah banget. Resto ini letaknya di mall depan Window Of The World. Karena hurufnya Chinese banget jadi saya ga tau nama restonya.

15 April 2011

Rute: Louhu Trade Center–>Windows Of The World–>Dongmen–>Modern Toilet Resto–>Hotel

 

16 April 2011

Rute : Hotel–>naik MRT ke Louhu–>Transfer to Hongkong (Jalan Kaki)





Guilin, 9-11 April 2011

17 11 2011

9 April 2011

Rute : Beijing–>Airport Guilin–>ke hotel naik mobil jemputan hotel–>ke Reed Flute Cave naik mobil hotel–>Ke Solitary Beauty Peak–>Guilin railway station–>ke hotel–>Makan di resto depan hotel–> hotel

Setelah sekitar 3 jam di pesawat, akhirnya kami tiba di bandara Guilin. Sesuai dengan kesepakatan dengan pihak hotel kami dijemput dibandara. Akhirnya saya melihat ada tulisan nama saya dipintu keluar. Wah lega rasanya ada yang jemput. Perempuan  kira2 umur 20 an deh.

Terrnyata yang dijemput bukan cuma kita, jadi harus tunggu 2 tamu lainnya. Sambil menunggu saya mampir ke Tourist Information, nanya2 soal city tour. Mereka punya paket tour bila kita berminat bisa hubungi lewat telepon dan mereka akan jemput kita dihotel. Akhirnya saya cuma beli peta kota Guilin, RMB 8.

Saya awalnya heran ngeliat  perempuan penjemput tampang nya cemberut aja ngeliat saya nanya2 tour ke Tourist Information. Belakangan saya baru tau bahwa dia adalah pihak tour dari hotel, jadi dia mau nawarin ke kami juga. Duuh nyebelin bener, baru ketemu udah dicemberutin. Harusnya dia kan bisa ngomong aja, ga usah pakai cemberut gitu.

Setelah peserta komplit, kami berangkat ke hotel. Kira2 1 jam sampai deh di hotel Grand 0773.  Setelah urus deposit akhirnya kami naik ke kamar. Resepsionisnya bisa berbahasa Inggris kok, walaupun ga fasih. Kamarnya enak, bersih ada Wifi lagi. Ga salah deh milih hotel ini.

Setelah naroh barang2, kita harus segera turun lagi, karena udah janjian sama supir hotel yang bawa kita dari bandara, dia mau antar kita jalan2, ke Reed flute Cave dan lainnya. Untungnya tuh supir baik, mau antar kita, asal ganti uang bensin aja. Ga kebayang kalo naik taxi deh.

Ternyata Reed Flute Cave itu deket dengan hotel. Tempat wisatanya deket2, dan kotanya kecil. Setelah membayar RMB 95, akhirnya kita masuk ke Cave yang terkenal ini.

Awalnya saya terkagum2 dengan warna-warni di Cave ini. Saya kira batu2 nya yang berwarna-warni. Ternyata setelah saya perhatikan yang membuat Cave ini menarik adalah efek cahaya lampu yang warna-warni. Oalaaaaaaahhhhhhh..

Cave ini besar kok, bentuk cavenya antik2. Ada yang bentuk snowman, bunga dll. Dan yang bikin kerennya ya penataan cahayanya yang bagus.

Setelah dari Cave ini, kami diantar ke Solitary Beauty Peak. Kata supir yang antar (perempuan dan keren lho) tempatnya bagus, bisa liat kota Guilin dari atas.

Ternyata ini adalah taman dan ada kuilnya. Kuilnya itu terletak diatas bukit. Kita jalan sendiri, ga nunggu tour guidenya, karena dia masih tunggu peserta lainnya. Jadi mohon dimaklumi kalo ceritanya ga lengkap. Harga tiket masuknya RMB 70. Setelah berjalan sampai belakang, akhirnya kita ketemu juga bukitnya. Tadinya ga mau naik, karena kaki masih pada sakit abis naik Great Wall.  Udah sebel banget liat tangga. Karena desakan yang lain, akhirnya naik juga.

Ampun deh, tuh tangga curam banget. Setelah bersusah payah, napas senin, rabu, jumat akhirnya sampai juga diatas. Yang tadinya kedinginan jadi keringetan deh. Dari atas ini, memang bisa terlihat kota Guilin, saya rasa kalo malem lebih bagus nih, karena ada lampu2nya dari kota Guilin. Diatas ada kuil kecil.

Yang menarik adalah ada tulisan yang menceritakan, pada tanggal 4 Des 1921, Presiden Sun Yat Sen berkunjung ke tempat ini pada malam hari, dan warga menggelar festival lentera. ¬†Setelah bersusah payah, akhirnya beliau bisa tiba dipuncak kuil ini juga. ¬†Dan setibanya diatas dia mengatakan “There is no distinction between difficult and easy things. If you try, difficult things will become easy, if you give up easy things will become difficult and etc………” ¬†Tentunya dalam bahasa China sih dan ini terjemahannya.

Ga nyesel deh bela-belain naik, karena selain bisa ngeliat kota Guilin dari atas, saya juga jadi lebih termotivasi untuk menjalani kehidupan, yang terinspirasi dari kata2 Sun Yat Sen.

Setelah dari kuil ini kami diantar ke Stasiun kereta api Guilin, untuk beli tiket ke Guangzhou. Wah rame banget di stasiun. Layarnya gede dan bahasanya mandarin. Ada juga sih tulisan latinnya. Tapi nomor kereta dan jamnya aja. Jadi kalo mau beli tiket kereta api, browsing2 dulu deh, cari informasi dan catat nomor kereta yang mau dibeli. ¬†Mau beli yang soft sleep abis, akhirnya kebagian yang hard seat RMB 116/org. Untuk supirnya dia sih cuma minta RMB 60, tapi akhirnya kita kasih RMB 85. Murah banget kan?? coba naik taxi, mungkin murah juga, tapi nyasar ga ditanggung deh, secara ngomongnya aja susah….hehehehe…

Balik kehotel, mandi dan istirahat. Menurut informasi makanan di resto depan hotel enak dan ga mahal. Bener sih, makan ber 4 cuma RMB 98. Padahal tempatnya elit dan masakannya enak. Apalagi nasinya. Kecil2 dan pulen. Gambar dibawah adalah menu kami 2 kali makan. Jadi jangan terkecoh yah…..

Setelah kenyang, kami balik ke hotel, dan menikmati kamar hotel yang bersih, enak dan udaranya yang dingiiiin banget. Sebelum tidur saya menyempatkan diri chatting sama my lovelly son and daughter di rumah.

10 April 2011

Rute : Hotel –>Mie Guilin depan hotel–> Elephant trunk hill–>Hotel–>Sungai Li–>Taman yang ada Wihara–>The Big Yan Tree Park–>Liat gunung batu bentuk bulan sabit–>Jasper Jewelery–>show Impression of Lu Sanjie–>Makan sate samping hotel–>Hotel

Bangun pagi, mandi secukupnya karena dingin banget, trus sarapan pagi. Mie Guilin didepan hotel. Wah saya tuh ke Guilin kepengen banget makan mie ini. Pernah makan mie ini di Guangzhou. Jadi termotivasi banget ke Guilin makan mie ini. Untung ga usah susah2 cari. Tinggal nyebrang aja.

Mie ini terkenal dengan toppingnya. Yang di Guilin ini lebih asyik. Toppingnya bisa ambil sendiri. Terdiri dari acar kacang panjang, semacam acar lobak, cabe rawit potong dan cabe olahan. Untuk dagingnya udah dikasihin sama pedagangnya. Kayanya daging babi sih. Jadi buat yang muslim jangan makan yah….. Berbeda dengan mie di china biasanya, mie ini kuahnya terpisah. Bisa diambil sendiri di tempat kuah. Karena saya pakai cabenya kebanyakan, jadi pedesnya minta ampun. Didepan tokonya ada semacam ayam kecap dan masakan kembang tahu. Mie dkknya murah banget makan ber 4 cuma RMB 16, kira2 Rp. 21.000 buat ber 4.

Setelah sarapan kami jalan2 ke Elephant Trunk Hill. Tempatnya dekat juga dari hotel. Cuma jalan 5 menit aja. Sayangnya tempat wisata ini belum buka, jadi cuma bisa ngintip2 aja.

Akhirnya kami kembali ke hotel dan bersiap2 untuk ikut tour ke Sungai Li dan Yangshuo serta tak ketinggalan nonton show Impression of Lu Sanjie di Yangshuo. Paket tour ini kami ambil dari hotel (sama perempuan yang jutek itu, tp karena kami ambil tour sama dia, jadi baik deh. Paket tour ini RMB 300 dan tambahan RMB 200 untuk nonton Impression of Lu Sanjie, sewa kekeran RMB 40/bh. Paket tour ini lebih murah karena menggunakan bahasa mandarin, kalau yang berbahasa Inggris lebih mahal lho.

Jam 8.30 kami dijemput dengan bis, karena peserta tour tersebar dibeberapa hotel maka kamipun diajak untuk menjemput seluruh peserta dulu. Setelah terkumpul berangkatlah kami ke dermaga sungai.  Namun sebelumnya kami makan siang dulu di restoran kecil di sebrang dermaga. Ada nasi putih, cah sayur, cah tahu, dadar telur dan tim ikan. Katanya sih ikan ini khas dari sungai Li.

Setelah selesai makan siang, kami pun dipersilahkan naik ke perahu untuk menyusuri sungai Li, ditemani tukang perahu. Pemandangan disungai ini sangat indah. Sungainya bersih, dikelilingi gunung batu dengan aneka bentuk menarik (Confucius, 5 jari dll) dan udaranya yang dingin membuat perjalanan 2 jam ini sangat menyenangkan. Kami berhenti 2 kali, yang pertama kami diberi kesempatan foto dipinggir sungai. Ada penjual ikan dan talas goreng. Harganya kalo ga salah RMB 10. Rasanya lumayan enak. Perhentian ke 2, ditempat yang lebih luas, dan lebih banyak penjual. Dan ada semacam tebak2an, siapa yang bisa melihat 9 kuda yang terpampang didinding gunung batu akan mendapat hadiah. Tersedia juga WC tapi harus bayar lho.

Perjalanan menyusuri sungai ini berakhir di Yangshuo. Disana kami sudah dijemput dengan mobil kecil dan diantar menuju bis besar kami. Dan kami pun diajak tour di Yangshuo. Yang saya ingat namanya The Big Yan Tree, berupa taman, kemudian ada taman lagi dan ada Wiharanya. Dan diajak ke toko perhiasan. Nah yang lucunya, di toko ini kami bertemu bossnya dan karena pada saat itu dia sedang merayakan ulang tahun perkawinan, kami semua di beri liontin giok yang katanya seharga RMB 600. Tau tuh bener ga kalo harga segitu. Disini pun kami beli 1 set kalung dan anting yang kalau disenter  dengan laser pointer batunya yang berwarna merah akan memantulkan cahaya seperti kristal seharga RMB 200. Itu pun setelah ditawar. Namun ternyata setelah dirumah kalung dan liontinnya dari warnanya silver jadi warna kehitaman, namun batunya sih masih warna merah. Boss nya ramah banget, sampe kita foto bareng tuh.

Karena ga semua peserta tour nonton pertunjukan Lu Sanjie akhirnya ditengah jalan kami ber 4 dipindahkan ke bis lain dan bergabung dengan peserta yang mau nonton juga.

Kami diantar kedalam dan diberi tiket. Dan Tour guidenya bilang setelah acara show selesai kami harus berkumpul kembali ditempat bis. Dan ga boleh terlambat. Bener2 harus mandiri deh. Akhirnya kamipun masuk dan mengikuti petunjuk lagi didalam. Sebelumnya kami beli Popcorn dan Mie Instant, karena memang kita ga dapat makan malam. Huhuhuhu…untung ada yang jualan. Sekalian kami juga beli VCD show tersebut. Wah kita dapat duduk ke 2 dari depan lho….. Pertunjukan pun dimulai setelah agak gelap. Kalo ga salah mereka ada 2 show, dan kita show pertama. Shownya kuareeeeennnnn banget. Katanya penarinya 1000 orang. Wah kalo ke Yangshuo jangan ketinggalah show ini nih…. Kombinasi penari, cahaya, musik dllnya keren banget. Setelah bubar kami buru2 ke bis, karena takut ketinggalah boooo, kalo ketinggalan ga bisa pulang. Sekitar jam 11 an kami tiba di Guilin, dan diantar ke perempatan dekat hotel. Karena masih lapar dan disamping hotel ada yang jual aneka macam sate. Hmmmm Yummmmyyyyy…apalagi dalam keadaan lapar dan dingin pula.

11 April 2011

Rute : Hotel–>Mie Guilin depan hotel–>hotel–>Perkampungan suku Yao–>Yi Jiang Yuan Scenic Site–>Longji terrace ¬†–>makan didepan hotel–>hotel–>stasiun kereta api

Bangun pagi, mandi, sarapan mie Guilin lagiiiiiiii. Puas2in deh makan mie ini, karena nanti malam udah harus berangkat ke Guangzhou, mungkin ini mie guilin terakhir kami, pastinya kami bakal kangen banget sama mie ini nantinya. Karena setau saya di Jakarta ga ada yang jual.

Yang pertama kami diajak ke Yi Jiang Yuan Scenic Site, Taman peradaban suku asli masyarakat Guilin ini. Dan kamipun disuguhi tarian dan teh.  Dan kamipun bisa menyaksikan cara mereka menyanggul rambutnya menjadi bentuk yang khas. Menariknya lagi diarah keluar ada sederetan bambu dan disediakan semacam kayu, jadi kalau kita lewat bisa ambil kayu tersebut dan memukulkannya dideretan bambu itu. Dan terdengarlah suara yang cukup rame. Dan lucunya lagi di jembatan arah keluar kita dicegat oleh anak2 remaja, sebelum lewat kita harus menyanyikan sebuah lagu, baru lewat. Untung aja ada yang bisa. Akhirnya kita bisa lewat deh.

Kemudian kita diajak ke Longji terrace. Disini kami berganti bis yang akan mengantar kami ke pintu gerbang Longji terrace.¬†¬†Tapi sebelumnya kami diajak mengunjungi perkampungan suku Yao. Diperkampungan ini kami diajak melihat-lihat kehidupan suku Yao. Rumahnya terbuat dari kayu, ciri dari suku ini kelihatan dari ¬†sanggul rambutnya yang unik. Kalau perempuan yang belum menikah terlihat dari rambutnya yang diberi penutup. Beruntung kita bisa motret perempuan cantik yang belum menikah ini. Jalan menuju perkampungan ini harus melewati jembatan goyang. Ngeri tapi seruuuuuu…..

Setelah itu barulah kami diantar ke Longji Terrace. Udaranya masih dingin dan bersih. Enak banget…… Untuk melihat pemandangan sawah yang indah kami harus berjalan naik cukup jauuuuuhhhh. Diperjalanan kami melihat souvenir yang lucu dan unik dan ada juga yang menjual cabe Guilin. Dan lucunya lagi, anak2 gadis akan menarik pengunjung pria, untuk berfoto bersama mereka, tentunya harus bayar, dan caranya maksa banget, sambil dirayu2 gitu. Akhirnya semua pria jalannya harus mepet sama temen perempuan atau istrinya supaya ga ditarik. Dan kalo ga kuat jalan, bisa ditandu. Tapi saya ga tau tarifnya sih.

Sampai di atas kami makan siang, di resto yang menyediakan makanan khas daerah mereka, yaitu nasi ayam yang dimasukan ke bambu dan dibakar. ¬†Tapi bayar sendiri lhooooo…… Makanannya lumayan enak dan unik. Kita makan ber 4 dengan menu yg ada difoto seharga RMB 280. Nasi nya kaya ketan gitu deh.

Setiba dipuncak kami bisa melihat pemandangan dari atas, terlihat hamparan sawah. Sayangnya saat kita pergi mereka sudah memanen padinya. Jadi ga sesuai dengan gambar2 yang sudah kami liat. Akhirnya saya beli postcardnya aja deh. Hehehehe lumayan lah…. Di puncak ini juga banyak yang berjualan dan ada kehidupan suku Yao. Setelah mendekati waktu yang diberikan oleh tour leader, akhirnya kami turun ketempat parkir bis.

Setelah tour selesai kami diantar ke hotel lagi, dan bersiap2 ke stasiun kereta api menuju Guangzhou dengan kelas Hard seat seharga RMB 116. Duh dikereta ini benar2 sengsara duduknya. Kursinya benar2 hardseat, ga bisa ditidurin. Awalnya sih bangkunya ga terlalu penuh, pas ditengah jalan sekitar jam 2 pagi, naiklah penumpang lainnya. Perjalanan kereta ini makan waktu kira2 11 jam deh.  Ada yang lucu dikereta ini, sama seperti di Beijing di kereta ini saya juga liat celana anak kecil yang modelnya sama, yaitu bagian bawahnya ga dijahit, jadi kalo mau pipis or pub gampang. Ada2 aja yah idenya.

Oh ya menurut saya hotel grand 0773 ini recommended banget buat yang mau jalan2 ke Guilin, selain harganya bersahabat, tempatnya bersih dan didepan hotel ada yang jual mie Guilin dan resto yang enak dan murmer. Saya booking melalui http://www.booking.com kok.  Pengen rasanya balik ke Guilin hanya untuk menikmati mie Guilinnya hehehehe





Beijing,6-9 April 2011

6 11 2011

6 April 2011

Rute : Beijing railway station–>naik taxi ke hotel–>Jalan kaki ke Wangfujing–>Jalan kaki ke hotel

Tiba di Stasiun kereta api Beijing sudah agak sore, akhirnya kami memutuskan naik taksi, karena belum tau lokasi jelasnya hotel yang kami tuju. Padahal kalo kami tau sebelumnya, ternyata hotelnya bisa dicapai dengan naik MRT. Stasiun nya keren, sepi dan bersih.
Setelah bersusah payah akhirnya sampailah kami dihotel, yang terletak di sebelah Tiananmen, saya heran juga kenapa yah susah bener nyari alamat hotel, padahal alamat sudah lengkap bahkan sudah dikasih alamat dalam bahasa mandarin lho, dan ada teman juga yg berbahasa mandarin.
Menurut supir taksi nya, ini hotel kecil jadi susah dan ga familiar. Akhirnya dengan cukup membayar RMB 32, tibalah kami di hotel Forbidden City Hotel.
Setiba dihotel kami beristirahat sebentar sebelum mencari makan malam.

Dengan jarak berjalan kaki kearah depan hotel ada sebuah pusat makanan yang terkenal yaitu Donghuanmen Night Market. Di jalan ini dijual aneka sate, yang unik selain tersedia sate ayam, kambing, babi, seafood,buah, tersedia pula sate kelabang,kalajengking,kuda laut,bintang laut dan binatang seram lainnya.

Selain aneka sate juga di jual aneka mie, pokoknya makan ringan deh. Akhirnya kami beli sate ayam, kambing, dan octopus aja deh. Sate yang lainnya cuku dinikmati lewat foto aja. Oh ya ada juga bulu babi lhoooo…. ga tau deh gimana masaknya tuh.

Setelah puas makan sate, kami maju lagi kemudian belok kanan, tibalah kami di daerah pertokoan yang terkenal, Wangfujing. Waauwww keren banget di dukung dengan udara yang dingin banget, makin berasalah kami seperti diluar negeri….hehehehe….Karena kami semua bukanlah penggila belanja jadi kami cuma tengak-tengok seadanya. Dan tujuan kami kesini adalah mencari Peking Duck yang terkenal itu.

Setelah mencari-cari akhirnya kami menemukan sebuah resto bebek peking yang keren, dengan berat hati karena takut mahal, akhirnya masuklah kami ke resto Quan Yi De. Setelah masuk kami diantar ke lantai 2 dengan lift. Wah ternyata diruangan yang cukup besar ini, banyak orang yg sedang makan juga. Agak terhibur juga sih. Setelah pilih2 menu, akhirnya kami pilih 1 ekor Peking Duck dan 1 porsi sayur. Setelah kami pesan, datanglah sang koki, komplit dengan peralatannya dan 1 ekor Peking Duck. Wah melihat dia memotong bebek, seru deh.

Setelah selesai, ternyata menghasilkan 2 piring kecil kulit bebek garing, 1 potong kepala bebek, 2 piring kecil daging bebek dan 2 piring lumpia basah. Wah ternyata sedikit yah. Pdhal ditulang2 bebeknya masih banyak dagingnya nih. Hehehehe saya paling suka daging dekat tulang. Wah karena harus jaim, diikutin aja deh. Dan cara makannya seperti gambar ini nih. Daging bebek dimasukan di kulit lumpia, diberi daun bawang, saus, kemudian dilipat. Hmmmm ternyata kenyang juga yah. Untung kita pesan sayur (walaupun mahal), setidaknya ada variasi deh. Blenek juga makan bebek. Dan kami pun sangat terbantu dengan sambal ABC yang kami bawa. Untuk semua itu kami harus merogoh kocek sangat dalam yaitu RMB 350.

Setelah selesai makan saya beli 1 bebek ukuran 1,25 kg seharga RMB 68, wah jauh sekali harganya dengan di resto. Kami teruskan perjalanan dan menemukan satu jalan yang ramai dgn penjual kaki 5, mirip chinatown Singapore deh.

Wah banyak jajanan dipinggir jalan. Seru juga nih. Bisa beli oleh2 aneka makanan kecil. Mulai dari permen, enting2, pokoknya banyak deh. Karena hari ini kami baru tiba dari KL, wah terasa cape juga nih. Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke hotel. Istirahat, persiapan untuk besok ke Tiananmen dan Temple of Heaven.

Didekat hotel kami menemukan toko buah, Wah buah2annya sangat menarik, karena suhu dingin jadi buah2annya seger banget. Akhirnya kami beli strawberry…. setelah di coba emang bener2 enak, manis dan seger…. Akhirnya tiba dihotel… Ssssssttt istirahat dulu yah besok pagi mau ikut upacara bendera jam 5.30 harus udah siap…kata Laushi….

 

 

7 April 2011

Rute : Hotel–>Jalan kaki ke Tian An Men liat upacara penaikan bendera–>jalan kaki ke taman¬†Zhong Dian Fang Huo Dan Wei–>Ke Tian An Men–>Naik bis ke Temple Of Heaven–>Naik Bis ke Xidan Mall–> Naik Subway ke hotel–>Jalan kaki ke Wangfujing–>Jalan kaki ke hotel

Bangun pagi, ga bisa mandi, sikat gigi aja. Menggigil boooo…. Suhu berkisar antara 6-17 derajat. Lumayan irit baju, ga usah ganti juga ga bau hehehehe. Wah udah ditunggu Laushi nih, mau liat upacara bendera di depan Tiananmen.

Perjalanan ke Tiananmen cukup sulit mengingat udara yang dingin setengah mati, ditambah lagi angin yang lumayan kenceng. Brrrrrrr…. Caiyoooo… Setiba di Tiananmen, orang2 sudah mulai rame, tp upacara belum dimulai. Duuuuh…jauh2 ke Beijing ikut upacara, di Indo aja ga pernah ikut upacara nih.

Tak berapa lama, keluarlah prajurit dari dalam Tiananmen, jumlahnya banyak, ga tau berapa. Mereka membawa bendera yang akan dikibarkan. Dilapangan didepan Tiananmen, ternyata sudah banyak prajurit yang sudah berbaris rapi. Wah dari tadi ga keliatan karena masih tertutup kabut.

Setelah melihat upacara, ternyata kami belum boleh masuk ke Tiananmen, mungkin mereka masih siap2 yah. Lagi pula masih terlalu pagi. Akhirnya kami masuk ke Taman di sebelah Tiananmen, namanya Zhong Dian Fang Huo Dan Wei. Tamannya bersih dan sepi. Tiket masuknya RMB 3.

Ditaman ini kami sempat foto-foto sebentar, bagus, bersih, chinese banget, dan ada pohon bunga Tahoa. Yang berwarna pink itu lho. Setelah foto2 sebentar kami keluar, karena mau buru2 masuk ke Tiananmen, kami kira buka jam 8, ternyata belum buka juga. Huhhh…nyesel juga mending nunggu didalam taman deh. Masih banyak yang belum dikunjungi soalnya.

Akhirnya kami berjalan2 didepan di depan Tiananmen.

Setelah menunggu agak lama akhirnya, kami diperbolehkan masuk, masuknya sih seingat saya gratis, untuk masuk ke museum2 disamping kanan kirinya bayar RMB 10.

Karena kita ga ngerti bahasanya, yah jadi kita foto2 aja deh. Oh ya dibagian belakang ada bagian namanya Forbidden City, dan kita harus bayar RMB 10.

Yang saya tampilkan difoto2 diatas ada beberapa yang unik, misalnya jam jaman dahulu kala, large stone carving, 5 stars toilet (toilet aja ada ratingnya yah), pohon berotot. Saya lupa berapa lama kami sudah berjalan dari depan sampai belakang, yang pasti cukup lama, namun buat saya ga terlalu melelahkan karena selain udara dingin, banyak objek yang bisa di foto. Malkumlah masih amatiran jadi masih norak2nya nih. hihihihi…

Setelah tiba dihalaman belakang kami bertanya kepada Pak Polisi, bis menuju Temple Of Heaven, walaupun awalnya baik, lama2 dia jutek juga, karena yang nanya sampai 3 orang dengan tampang lugu. Btw akhirnya kami naik bislah ke Temple Of Heaven. Akhirnya dengan perjuangan yang cukup melelahkan karena banyak berpikir soal transportasi kami bisa tiba di tujuan.

Dengan membayar RMB 35, masuklah kami. Yang pertama dilihat adalah Seven Stars Stone, kemudian pohon yang ber urat2, dan bunga pink yang bagus kalo ga salah namanya Tao Hwa, bukan mei hwa karena bunga mei hwa sudah jarang sekarang.

Abis dari  Temple Of Heaven kami melanjutkan perjalanan ke Xidan Commercial Market. Setelah bersusah payah akhirnya kita bisa naik bis ke Xidan.  Disini yang terlihat adalah toko2 didalam Mall.
Karena ga ada yang bisa kita belanjain (maklum deh ini kelasnya mall), akhirnya kita cuma makan siang aja di KFC. Wah menu paketnya enak lho.. ada nasi, ayam, jamur + sausnya dan acar.  Total ber 4 dengan menu yang sama + minum RMB 83,50.Dan kamipun makan dengan lahapnya.
Yang menarik di mall daerah Xidan ini adalah mall dengan tangga jalan yang panjang, yang melewati 5 lantai. ¬†Sehingga kami pun mencobanya. Yah lumayan ngeri juga sih. Abis tinggi banget….Duuuuh kalo dipikir-pikir norak juga yah…hehehehe…ga pa pa deh, kapan lagi ngerasain yah? Setelah melihat-lihat mall akhirnya kami kembali ke hotel naik ¬†subway.
Istirahat dihotel dan karena merasa lapar akhirnya kami ke Wangfujing lagi. Karena letaknya yang dekat sekali dengan hotel. Tinggal berjalan kaki dan hari sebelumnya juga belum puas ngeliat-liat makanan yang aneh-aneh.
 Wah udaranya dingin banget. Pakai baju 3 lapis masih nembus.  Makanan kecil yang kering pun aneh-aneh dan lucu-lucu.
Contohnya makanan disebelah ini. Cara bikinnya dipraktekan didepan pembeli. Dipukul-pukul sampai gepeng. Keliatannya bahannya terdiri dari kacang dan gula/caramel. ¬†Sambil dipukul dibentuk kotak berlapis-lapis. ¬†Akhirnya kami beli juga, buat oleh-oleh. Wah ternyata berat juga yah. Abis padet banget sih. Inget enting-enting kacang deh….
Setelah itu kami makan tapi karena siangnya udah makan berat, akhirnya kita jajan aja deh. Makan semacam Xiao Long Bao dan makanan lainnya yang kami ga tau namanya. Rasanya ga enak, tp bisalah untuk dimakan. Makan ber 3 total RMB 40.
Setelah itu, kembali kehotel. Tapi ampun dingin banget. Sampai susah jalan. Dinginnya itu bukan dingin biasa tapi disertai angin. Jadi ampun deh…….
8 April 2011
Rute Tour : Hotel–>Jade Gallery–>The Ming Tombs–>Great Wall–>Makan Siang di Friendship Store–> Lewatin Olympic Stadium–>Sutra Gallery–>Tea–>Pijat di Olympic Massage Center–>Hotel
Rute : Hotel–>Ke Xiushui Silk Market naik Subway line 1 dari Tian An Men ke Yonganli stop exit A–> Balik ke Hotel naik Subway Line 1 ke Wangfujing stop–>Jalan kaki ke hotel
Untuk tour ke Ming Tomb dan Greatwall kami putuskan untuk ikut city tour dari hotel. Karena mau yang murah akhirnya kita ambil tour yang with shopping. Yaitu RMB 240 per orang.  Yang without shopping lebih mahal sekitar RMB 400 an nilai tepatnya lupa. Nanti yah saya jelaskan, karena saya pun taunya belakangan.
Paket tour pun dimulai. Sekitar jam 8 pagi kita berkumpul di lobby hotel. Wah kita dapat breakfast lho di hotel. Boleh pilih untuk menunya. Rata-rata sih western breakfast. Yaitu roti dan dkknya.  Setelah sarapan kita menuju mobil tour. Ternyata kita naik mobil Van, kaya L 300 gitu deh. Dengan tour leader namanya Dany. Dia bisa bahasa Inggris juga kok. Setelah kita masuk ke mobil, ada 1 peserta lagi orang bule kalo ga salah dari canada namanya Justine. Dia hebat lho melancong ke China sendirian, selain Beijing dia mengunjungi kota lainnya di China.
Kunjungan pertama adalah ke tempat pembuatan dan penjualan Giok. ¬†Giok merupakan perhiasan yang mahal dan berharga bagi orang China. Bahkan untuk pernikahan digunakan Giok sebagai mas kawinnya. Disini kita diajarkan untuk mengenali kualitas giok. Dengan mendengar suaranya dan menerawang di lampu. Harga Giok pun bervariasi berdasarkan kualitasnya. Yang berkualitas lumayan gelang Giok berharga sekitar RMB 2000-RMB 4000. Yang diatas harga itu pun ada. Saya pengen juga sih punya giok, yang bisa di wariskan ke anak perempuan saya, tapi kalo dipikir-pikir lagi, mana mau anak sekarang pakai Giok. Akhirnya malah di simpan deh. Akhirnya saya memutuskan untuk beli bandul kalung berbentuk buah apel. Harga kalo ga salah sekitar RMB 1.000 an. Mahal juga yah. Yah gpp deh, buat kenang-kenangan dan sebagai orang keturunan China bermarga Tjia ga ada salahnya saya punya Giok juga kan…..
Kunjungan selanjutnya The Ming Tombs yang merupakan makam kaisar Ming. Pada saat itu kami tidak bisa melihat ke makamnya karena sedang ada renovasi, kata tour leadernya. Tau deh tuh bener ga nya. Yang kami liat meja sembahyang yang panjang dengan makanan yang banyak. Tentunya semua makanan itu cuma dummy aja sih.
Selanjutnya kami ke Great Wall atau Tembok ¬†Cina. Wah ini yang ditunggu-tunggu. Setelah melalui perjalanan yang menanjak akhirnya tiba juga kami di Great Wall. Danny sang tour leader menawarkan 2 opsi untuk naik ke Great Wall. Yang pertama berjalan kaki dari Step 1 atau naik cable car dengan tambahan biaya RMB 80. Karena semuanya belum pernah naik, akhirnya Dany tunjukin dulu kalo kami jalan kaki. ¬†Ya ampun….saya liat orang2 pada merangkak dsb. Pokoknya setengah mati deh naiknya, wah mending naik cable car deh. Daripada ga nyampe kemana-mana, kaki ngerentek. Si Bule pun setuju naik cable car.
Wah naik cable car, serem juga. Dingin dan anginnya kenceng.  Akhirnya tibalah kami di Greatwall. Wuiiiiiiih  kereeeeeen banget.  Kami coba naik ke step berikutnya. Ampuuuun deh, berat banget naiknya.
Diatas ada orang yang bikin gantungan kunci seharga RMB 10 dengan ukiran nama kita. Yang menandakan bahwa nama yang tertera di gantungan kunci itu pernah ke Great Wall. Boleh juga sih idenya. Suasana di Great Wall hari itu rame banget. Mau foto tanpa latar belakang orang lain, susah banget. Setelah puas foto2 kita turun karena udah ditunggu Dany dibawah. Diatas ini disediakan tempat makan. Jadi pengunjung bisa makan dengan tertib.
Setelah turun dari Great Wall naik cable car, Dany sudah menunggu. Sebelum naik mobil, kami pun ke toilet dulu. Aduuuh ampun deh, aroma toiletnya parah banget. Karena udah kebelet yah mau ga mau deh. Saran saya, jangan pernah lupa bawa tissue kering yang ada parfumnya untuk nutupin hidung dan tissue basah. Karena air ga ada.
Kurang lebih 1 jam, kami tiba ditempat makan siang. Peserta tour cuma 5, tapi makanan yang disediakan minta ampun banyaknya. Ditambah lagi bonus White Wine. Karena diantara kami ga ada yang minum wine, akhirnya kita serahkan semuanya ke Justine, si Bule. Untuk rasa makannya enak juga tapi karena terlalu banyak akhirnya yah ga abis deh.
Selanjutnya kami diajak ke tempat pembuatan dan penjualan sutra. Sebelumnya kita melewati Bird Nest dan Aquatic Water Cube, tempat berlangsungnya Olimpiade di Beijing. Karena ga termasuk paket tour, jadi kita cuma lewatin aja.
Ditempat sutra ini, kita diterangin cara pengolahan sutra, menjadi pakaian, selimut dsbnya. Akhirnya saya beli bantal kepala deh yang sudah di vakum, seharga RMB 200.  Sebenernya sih tertarik sama selimut sutranya. Harganya sekitar RMB 650. Tapi mikirin berat dan ribetnya, ga jadi deh.
Setelah itu kita diajak minum teh. Diperagain cara membuat tehnya. Dan kita dikasih minum teh juga. Seperti biasa kita ditawarin membeli teh. Wah mulai kan bisa diliat bedanya tour yang dengan shopping dan tanpa shopping.
Ditempat teh ini, ada keributan sedikit, karena pelayan yang menawarkan bonus jika kami membeli teh lebih banyak, berniat untuk ga kasih bonusnya, dengan cara ngelecein kita dan orangnya ngilang. Sempet bersitegang juga tuh. Akhirnya beres juga sih setelah manager dan tour leader nya turun. Wah harus hati2 dengan rayuan pelayan yang nawarin bonus ini itu. Apalagi saya yang ga bisa bahasa mandarin. Wuihhh nyebelin banget deh.
Setelah ngeteh, kami diajak ke tempat pemijatan atlit olimpiade. Katanya sih massage gratis. Dengan berat hati kami turun, karena kantong udah menipis nih, dikuras sama shopping tak terduga, sutra, teh dan giok. Wah apalagi nih senjatanya si tour leader, supaya kita keluarin duit dan dia bisa dapat komisi.
Kami ditempatkan di suatu ruangan untuk pijat kaki, bisa diliat dari sofa2 yang berjajar. Kami ber 4 duduk didepan dan si Justine dibelakang.
Karena kita bilang dari Indonesia, maka mereka manggil seorang pimpinan tempat pijat itu yang berasal dari Indonesia. Ternyata dia adalah putra dari Belitung. Dan sudah lama tinggal dan bekerja di Beijing.
Sambil ngobrol2, kaki kami direndam air hangat yang sudah diberi ramuan, setelah itu dipijat2, sama anak muda, yang sudah di ajari mijat. Hmmmmm lumayan enak, setelah naik great wall.
Setelah pemijatan selesai, mereka tawarkan untuk deteksi lebih lanjut dengan Dokter dan Biksu dari Tibet. Yah karena mereka setengah memaksa, yah kita terima aja deh. Saya dan suami diperiksa oleh Dokter dengan cara pegang nadi tentunya didampingi penerjemah berbahasa Inggris. Si dokter emang jago sih, dia bisa tau penyakit saya dan suami. Dan dia sarankan untuk minum obat dari mereka. Yang harganya kalau untuk saya selama 1 bulan berkisar sekitar Rp 6 jutaan.  Wah berbagai alasan udah saya kemukakan, tapi tetep aja dirayu untuk beli. Akhirnya kita cuma beli ramuan rendaman berbentuk sachet dan arak gosoknya total seharga RMB 400. Huhuhuhu kena juga deh. Kedua teman saya di deteksi oleh Biksu dari Tibet, dan mereka berdua bisa bahasa Mandarin. Ini seru, liat aja di foto, pake nyalurin chi segala.
Ujung2nya yah harus beli obat mereka. Limy berhasil ga beli obat, dia hanya beli ramuan perendam dan obat gosok seperti saya. Nah satu lagi nih, teman saya yang paling jago bahasa Mandarin, malah kena rayuan untuk beli obat seharga sekitar RMB 5.000. Pada saat dia bayar, kami cekikikan aja deh. Wah kena juga nih kita sampai detik terakhir, dan kena nya gede lagi. Si bule dibelakang sih enak dia, ga ditawarin, cuma dipijet aja.
Nah dah taukan bedanya tour dengan shopping dan tour tanpa shopping. Wah kapok deh, lain kali ikut yang without shopping aja deh, lebih mahal dikit, tapi lebih hemat banyak…….
Akhirnya tour berakhir, kita dipulangkan ke hotel, dengan kondisi kantong yang habis dikuras. Hiks…hiks…hiks…
Btw perjalanan hari ini menyenangkan karena kita ga pusing tentang kendaraan, makan dsbnya, karena semua sudah diatur oleh tour.
Setelah menaroh barang dikamar hotel, acara dilanjutkan belanja di Xiushui Silk Market. Untung malam sebelumnya saya dah browsing cara perginya. Dari hotel tinggal naik Subway Line 1 turun di Yonganli, kemudian Exit A.
Setiba disana, udah jam 8.30 malam. Wah kita belanja terburu-buru. Akhirnya saya dapat juga 3 tas cewe dan 1 tas ransel. Seperti pernah diceritakan orang yang pernah pergi ke china, nawarnya harus berani dan nekat. Dengan bantuan kalkulator akhirnya saya bisa nawar juga sih. Ada penjual yang jutek dan ada juga yang baik. Karena udah mepet sama waktu tutup mereka akhirnya belanjanya jadi susah. Tapi kalo dipikir2 mending begitu juga sih, dari pada belanjaan makin banyak dan bawaan makin berat.
Ketika saya foto sekitar tempat belanja, ada satpam yang negor saya, yang intinya ga boleh motret. Duuh pelit bener deh.
Setelah belanja di Xiushui Silk Market, kami cari makan di Wangfujing lagi, sambil beli bebek yang udah divakum untuk oleh2, karena kemarin teman saya belum beli.  Harga bebek yang udah divakum ini murah juga sih. Harganya berkisar RMB 40-RMB 80. Tergantung besar kecil dan merk nya. Makan malamnya di Mac Donald, makan ber 4 RMB 82,50. Akhirnya kami menghabiskan malam terakhir di Beijing dengan berjalan-jalan di Wangfujing. Balik ke hotel, jalan kaki lagi, deket sih, paling 5-10 menit dah sampe.
9 April 2011
Rute : Hotel–>Ke Beijing Airport naik taxi–>ke Guilin naik pesawat
Hari ini kami akan transfer ke Guilin dengan pesawat lokal China. China Southern. Harganya RMB 1.170 Dari hotel kami naik taksi ke Bandara Beijing. Ongkos taxinya RMB 85 dengan argo.
Setelah chek in, kami pun cari makanan untuk breakfast. Akhirnya nemu juga resto yang menyediakan menu sarapan pagi.
Untuk nama2 makanannya saya ga inget lagi. Tapi biayanya ber 4 RMB 66. Katanya mie nya ini terkenal di Beijing. Tapi menurut saya rasanya enakan mie di Jakarta deh.
Pemeriksaan bawaan ke kabin di bandara beijing ini cukup ketat. Biasanya kita bisa menyelundupkan minuman. Dibandara lain bisa, tapi ga berlaku disini.
Setelah menunggu akhirnya kita naik pesawat lokalnya China deh. Pesawatnya ga besar, dapat snack dan minum. Setelah terbang beberapa saat, mulai deh engko2 dibelakang saya ngobrol. Kita dah bilangin pake bahasa Inggris sih, dengan bahasa tubuh juga, supaya mereka ga berisik. Ga tau deh tuh ngerti ga. Ga berapa lama kemudian makin parah, meja dibelakang bangku saya digebrak gitu, ternyata mereka tuh lagi main kartu pakai meja dibelakang saya, saking serunya dia gebrak. Wah saya dan suami makin kesel aja. Akhirnya kita ngomel2 pakai bahasa tubuh lagi. Akhirnya mereka mengurangi keberisikan mereka sih. Duuuh rese banget deh orang2nya. Norak2 banget, ada temennya ikut nimbrung sambil berdiri gitu. Iiiiihh ini pesawat ko, bukannya bis umum.




Tianjin, 6 April 2011

6 11 2011

Dengan penerbangan Air Asia X dari Kuala Lumpur kami tiba di Airport Tianjin. Dikota ini kami hanya transit, karena kami mau melanjutkan perjalanan ke Beijing.

Dengan bekal informasi yang sudah saya browsing sebelumnya, kami harus ke gate 2, dan naik bis seharga RMB 10/org ke stasiun kereta api.

Wah saat ini, suhu udaranya masih cukup dingin, pohon2 pun tidak berdaun. Saya tidak tau pasti suhunya, karena saat naik bis, terasa hangat.

Sekitar 20 menit sampai deh di stasiun kereta api Tianjin. Sebenarnya pengen banget jalan2 di kota Tianjin, tapi sayangnya kami harus segera ke Beijing, karena takut kemaleman, dan belum tau lokasi hotelnya.
Dengan membeli tiket kereta api seharga RMB 58, kami akhirnya naik kereta CRH, kereta api versi baru dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Di ruang tunggu stasiun kami menemukan satu toko yang menjual oleh2. Dan berdasarkan referensi dari teman, disini banyak sekali jenis kue kepang, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan rasa yang beragam juga. Rasanya enak, dan ga keras. Akhirnya saya beli satu kotak untuk oleh2.

Nah inilah keretanya. Berdasarkan informasi kecepatan tertingginya 330 km/jam. Wah seneng nih bisa ngerasain kereta cepet kaya gini. Tianjin-Beijing hampir sama dengan Jakarta-Bandung, hanya ditempuh dengan waktu 20 menit. Woooowwww….

Nah ini suasana didalam keretanya, dapat minum lho, bisa nambah lagi, tinggal ambil aja dibagian depan. Yah lumayan deh buat bekal. Keretanya super bersih, super nyaman.
Ada pramugarinya yang menawarkan souvenir berbentuk CRH yang berfungi sebagai senter, akhirnya saya beli kalo ga salah RMB 10 deh. Kirain terbuat dari besi, ternyata dari plastik.